AYOJAKARTA.COM - Dalam kehidupan sehari - hari, seringkali kita mengalami emosional yang meledak – ledak cuma karena masalah sepele.
Apa yang menjadi alasan seseorang gampang marah hanya karena masalah sepele?
Dikutip AyoJakarta.com dari video YouTube Jiemi Ardian, Minggu (16/6/2024), berikut tiga alasan seseorang emosi gegara masalah sepele:
1. Inner child yang terluka
Konsep inner child mengacu pada bagian dalam diri kita yang masih mempertahankan emosi dan perspektif dari masa kecil.
Bagian ini bisa memiliki pengalaman trauma atau perasaan tidak terpenuhi dari masa kecil, seperti ketakutan akan ditinggalkan atau diabaikan.
Ketika situasi saat ini memicu kenangan atau pengalaman yang terkait dengan masa kecil yang menyakitkan ini, inner child bisa teraktivasi dengan kuat, menyebabkan reaksi emosional yang berlebihan.
2. Pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan
Respons emosional yang berlebihan bisa dipicu oleh pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan, seseorang mungkin merasa tidak aman atau terancam dalam hubungan interpersonal mereka.
Hal - hal kecil yang menyerupai pengalaman ini bisa membangkitkan kembali rasa takut, kekhawatiran, atau perasaan diabaikan yang dialami di masa lalu.
Misalnya, ditinggal tidur oleh pasangan bisa mengaktifkan memori akan pengalaman di masa kecil seseorang merasa tidak dihargai atau ditinggalkan oleh figur otoritas.
Respons emosional yang berlebihan ini bukanlah reaksi terhadap situasi secara langsung, tetapi lebih kepada makna dan perasaan yang terkait dengan pengalaman masa lalu.
3. Keterbatasan ego dewasa
Meskipun kita bisa menyadari bahwa situasi tersebut sebenarnya tidak begitu penting, namun bagian dalam diri kita yang lebih emosional tidak mampu mengelola respons emosional dengan cara yang proporsional.
Bagian ini lebih cenderung bereaksi berdasarkan pengalaman dan perasaan yang belum terselesaikan, daripada berdasarkan penilaian logis.
Mengelola trigger merupakan bagian penting dari pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan emosional.Dengan mengenali dan bekerja dengan inner child yang terluka, kita dapat mengurangi intensitas dari trigger.***

Share this article
Inilah tiga alasan mengapa kita gampang ter-trigger karena masalah sepele hingga membuat emosi meledak, apa saja?