AYOJAKARTA.COM - Perselingkuhan adalah masalah kompleks yang sering kali berakar pada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, khususnya yang berkaitan dengan ego.
Ketika individu merasa tidak dihargai, tidak dicintai, atau diremehkan oleh pasangannya, hal ini sangat mempengaruhi rasa harga dirinya.
Rasa tidak mampu ini dapat mendorong mereka untuk mencari validasi di tempat lain.
Menurut psikolog Indah di akun TikToknya @sundarindah, pencarian validasi di luar hubungan dimulai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang memenuhi kebutuhan emosionalnya.
Ini bisa berupa seseorang yang menunjukkan kasih sayang, penghargaan, atau kekaguman dengan cara yang mereka rasa kurang dalam hubungan mereka saat ini.
Mereka mulai percaya bahwa orang baru ini memahami dan menghargai mereka dengan cara yang tidak dilakukan pasangannya.
Akibatnya, mereka mungkin mulai berinvestasi secara emosional pada orang lain, yang mengarah pada perselingkuhan emosional atau bahkan perselingkuhan fisik.
Baca Juga: Lowongan Kerja: Morula IVF Indonesia Mencari Manajer Copywriter, Tertarik Daftar?
Mereka merasionalkan tindakan mereka dengan meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka pantas untuk merasa dihargai dan dicintai, dan mereka hanya memenuhi kebutuhan mereka sendiri yang diabaikan oleh pasangannya.
Namun, hubungan bukan semata-mata tentang kepuasan ego. Mereka mencakup spektrum emosi dan komitmen yang luas seperti cinta, kepercayaan, rasa hormat, dan saling mendukung.
Elemen-elemen ini memberikan landasan yang lebih dalam dan bermakna bagi kemitraan yang langgeng.
Godaan untuk berbuat selingkuh muncul karena ego seseorang yang terpaku sementara, namun mengabaikan nilai-nilai fundamental yang menopang hubungan yang sehat.
Baca Juga: Apakah Shalat Idul Adha Bisa Dilakukan Sendiri Tanpa Berjamaah? Simak Tata Cara Shalat Ied
Mencari validasi secara terus-menerus di luar hubungan dapat mengarah pada siklus ketidakpuasan dan rasa bersalah, karena hal ini melemahkan kepercayaan dan komitmen yang sangat penting untuk mewujudkan kemitraan.
Pada akhirnya, mengatasi akar penyebab ketidakpuasan dalam hubungan, seperti kurangnya komunikasi, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, atau ekspektasi yang tidak realistis, sangatlah penting untuk mencegah perselingkuhan.
Hal ini membutuhkan dialog yang terbuka dan jujur antar-pasangan untuk memahami perasaan satu sama lain dan berupaya membangun kembali kepercayaan dan keintiman.
Dengan berfokus pada penguatan ikatan emosional dan saling menghormati, pasangan dapat memupuk hubungan yang memenuhi kebutuhan emosional mereka secara berkelanjutan dan memuaskan.***

Share this article
Begini menurut psikolog terhadap seseorang yang memilih untuk berselingkuh, simak ulasannya berikut ini!