Banyak Gen Z Memilih Childfree? Simak 4 Alasannya!

Ilustrasi Childfree
Ilustrasi Childfree

AYOJAKARTA.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak anggota Generasi Z yang memilih untuk tidak memiliki anak atau yang sering dikenal dengan istilah childfree. 

Pilihan ini sering kali dianggap kontroversial dan memicu berbagai diskusi di masyarakat. 

Namun bagi banyak Gen Z, keputusan untuk menjadi childfree didasarkan pada berbagai alasan yang mendalam dan kompleks. 

Artikel ini akan membahas beberapa alasan utama mengapa banyak Gen Z memilih untuk hidup tanpa anak dikutip ayojakarta.com dari Instagram @satupersenofficial, Kamis (11/7/2024).

Baca Juga: 4 Trik agar Orang Lain Tidak Semena-mena dengan Kamu, Coba Ya!

1. Fokus pada Karier dan Kebebasan Pribadi

Salah satu alasan utama mengapa banyak Gen Z memilih untuk tak memiliki anak adalah keinginan untuk fokus pada karier dan kebebasan pribadi. 

Generasi ini tumbuh di era di mana pendidikan tinggi dan karier profesional sangat ditekankan. 

Banyak dari mereka melihat anak-anak sebagai penghalang potensial untuk mencapai tujuan karier. 

Dengan tak memiliki anak, mereka merasa lebih leluasa mengejar ambisi profesional tanpa harus khawatir tentang tanggung jawab.

Baca Juga: 6 Fakta Psikologi Kehidupan yang Harus Diketahui: Makin Tenang, Makin Bisa Berpikir Jernih!

Selain itu, kebebasan pribadi juga menjadi faktor penting.

Gen Z sangat menghargai waktu dan kebebasan untuk melakukan apa yang diinginkan, kapanpun mereka mau. 

Dengan tak memiliki anak, mereka merasa memiliki lebih banyak waktu dan fleksibilitas untuk mengejar hobi, traveling dan kegiatan lain yang mereka nikmati. 

Kebebasan menjalani hidup sesuai keinginan sendiri tanpa harus memikirkan kebutuhan dan kesejahteraan anak adalah alasan kuat bagi banyak orang untuk memilih childfree.

Baca Juga: Harus Dihindari! 4 Tipe Pribadi yang Toxic, Adakah Orang Ini di Sekitar Kamu?

2. Biaya Hidup Tinggi

Biaya hidup yang tinggi juga menjadi alasan signifikan mengapa banyak Gen Z memilih tak memiliki anak. 

Membesarkan anak membutuhkan biaya yang sangat besar mulai dari kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian hingga pendidikan dan kesehatan. 

Di tengah meningkatnya biaya hidup, banyak Gen Z merasa tak mampu atau tak ingin mengeluarkan biaya yang begitu besar untuk membesarkan anak.

Baca Juga: Bukan Soal Umur! Ini 4 Tanda Orang yang Dewasa Secara Psikologis, Perhatikan Ketika Mengambil Keputusan

Selain itu, banyak dari mereka juga khawatir tentang stabilitas finansial mereka sendiri. 

Dalam era di mana harga rumah, biaya pendidikan dan biaya kesehatan terus meningkat, banyak Gen Z merasa lebih bijak untuk fokus pada kestabilan finansial daripada menambah beban dengan membesarkan anak. 

Mereka lebih memilih menggunakan sumber daya untuk mencapai kestabilan finansial dan keamanan masa depan sendiri.

Baca Juga: Trik Psikologi Sehari-hari untuk Memperlancar Interaksi Sosialmu dengan Orang Lain

3. Banyak yang Merasa Dunia saat Ini Tak Ideal untuk Anak-anak

Pandangan tentang kondisi dunia saat ini juga mempengaruhi keputusan banyak Gen Z untuk memilih hidup tanpa anak. 

Banyak dari mereka merasa bahwa dunia saat ini tak ideal untuk membesarkan anak-anak. 

Masalah-masalah global seperti perubahan iklim, ketidakstabilan politik dan ketidakpastian ekonomi membuat banyak orang merasa enggan m membawa anak ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Baca Juga: Catat! Urutan Golongan Darah yang Paling Bucin dengan Pasangannya, Si O Sampai Rela Mati?

Selain itu, banyak Gen Z yang memiliki kesadaran tinggi tentang isu-isu lingkungan dan sosial. 

Mereka merasa khawatir tentang masa depan planet ini dan dampak yang mungkin dihadapi generasi mendatang. 

Dengan memilih untuk tak memiliki anak, mereka merasa bisa berkontribusi dalam mengurangi beban populasi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Psikologi Kehidupan: 5 Tanda Hidupmu Dihantui Trauma, Mati Rasa Salah Satunya

4. Kesehatan Mental Jadi Prioritas Utama

Kesehatan mental menjadi prioritas utama bagi banyak anggota Gen Z.

Generasi ini lebih terbuka dalam membicarakan isu-isu kesehatan mental dan banyak dari mereka yang mengalami stres, kecemasan serta depresi. 

Dalam konteks ini, banyak yang merasa bahwa membesarkan anak akan menambah tekanan dan beban mental yang mereka rasakan.

Baca Juga: 5 Tanda Seseorang secara Psikologis Mengalami Kesepian, Salah Satunya Cenderung Oversharing kalau Bercerita

Dengan memilih untuk tak memiliki anak, mereka merasa bisa lebih fokus pada kesejahteraan mental mereka sendiri. 

Mereka ingin memastikan bahwa memiliki kesehatan mental yang baik sebelum mempertimbangkan tanggung jawab besar seperti membesarkan anak. 

Bagi banyak orang, menjaga kesehatan mental adalah langkah penting menjalani hidup yang bahagia dan memuaskan.*** 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# childfree
# Alasan
# generasi Z
# gen z

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.