AYOJAKARTA.COM - Batara Ageng, mantan manajer selebgram ternama Fuji Utami Putri, harus mendekam di balik jeruji besi atas dugaan penggelapan dana senilai Rp 1,3 miliar.
Uang tersebut merupakan hasil kerja keras Fuji Utami dari 21 agensi iklan yang tidak pernah dilaporkan dan diberikan kepada sang artis.
Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan Fuji Utami atas aliran dana yang janggal.
Menurut keterangan polisi, Batara Ageng mengaku nekad menggelapkan uang miliaran rupiah itu karena tergiur dengan bayaran yang diterima Fuji Utami.
Sebab selama menjadi manajer rupanya Batara Ageng yang digaji Rp 500.000 per bulan.
Padahal menurut keterangan penyidik Batara berhak mendapatkan komisi sebesar 5 sampai 10% dari setiap nilai kontrak Fuji
Namun karena tak puas dengan pendapatannya, Batara nekat menggelapkan uang miliaran rupiah.
Uang hasil tilepannya tersebut digunakan untuk cicilan apartemen, mobil, dan gaya hidup mewahnya.
Penyidik juga mengatakan selama bekerja untuk Fuji, Batara disebutkan tidak pernah cekcok dengan bosnya itu.
"Batara mengaku menggunakan uang tersebut untuk mengangsur kendaraan pribadi dan apartemen, serta untuk kehidupan sehari-hari," ungkap AKP Tomi Kurniawan, Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat dikutip dari YouTube Kompascom Reporter on Location, Jumat (12/7/2024).
Polisi menyebut motif penggelapan ini murni faktor ekonomi.
Akibat perbuatannya itu Batara kini ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Barat dan terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun.
Dia disangkakan dengan disangkakan pasal 374 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jakbar, AKBP Andri Kurniawan, mengatakan Batara tidak ditangkap.
Dia menjelaskan Batara ditahan setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Fuji Utama merupakan selebritis yang memiliki banyak follower. Di akun youtube-nya saja ia memiliki 4,67 pengikut. Sedangkan di Instagram, followernya mencapai 16,8 juta.***

Share this article
Polisi ungkap alasan Batara Ageng tipel uang miliaran rupiah milik Fuji Utami, ternyata gegara hal ini.