Edukasi Psikologi: Pentingnya Ikatan yang Kuat antara Orangtua dan Anak bagi Kesehatan Mental

Ilustrasi orang tua dan anak dalam ikatan yang kuat demi kesehatan mental
Ilustrasi orang tua dan anak dalam ikatan yang kuat demi kesehatan mental

AYOJAKARTA.COM - Banyak orang yang sering berkata, “Saya tidak dekat dengan ayah saya”, atau “Saya tidak dekat dengan ibu saya”.

Sentimen ini sering terlontar dari orang yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana hubungan kurangnya kedekatan dengan orang tua dengan masalah psikologis pada anak, remaja, dan orang dewasa?

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Asian Value dalam Parenting, Betapa Pentingnya Kata-kata untuk Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Saat memberikan konseling psikologis, penting untuk memahami kondisi mental individu saat ini, kondisi keluarga, lingkungan kerja, dan faktor relevan lainnya.

Menariknya, saya sering menemukan bahwa mereka yang memiliki gangguan psikologis sedang hingga berat memiliki masalah mendasar dengan orang tuanya.

Permasalahan tersebut bisa berupa tidak dekat dengan orang tua, mengalami pelecehan, atau merasa tidak nyaman berada di dekat orang tua.

Ada berbagai alasan yang mendasari perasaan ini, seperti perceraian orang tua, jadwal kerja yang padat, atau perilaku kasar.

Terkadang, meskipun seorang anak dekat dengan orang tuanya, perilaku manipulatif dapat menimbulkan akibat yang serupa.

Lantas, apa dampaknya jika seorang anak tidak dekat dengan orang tuanya sejak kecil?

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Inilah Dampak Trauma Finansial Masa Kecil pada Kehidupan Orang Dewasa

Akibat paling umum yang saya lihat adalah berkembangnya gangguan kecemasan.

Hal ini dapat bermanifestasi sebagai kecemasan akan perpisahan, ketakutan akan kesendirian, atau kekhawatiran berlebihan terhadap berbagai aspek kehidupan.

Masalah kepercayaan, depresi, dan masalah psikologis lainnya juga bisa muncul. Dalam kasus yang parah, gangguan kepribadian atau bahkan skizofrenia dapat terjadi.

Dinamikanya biasanya seperti ini: jika orang tua tidak hadir selama tahun-tahun awal seorang anak, anak tersebut mungkin akan ditinggalkan bersama kakek-nenek atau pengasuh anak karena jadwal sibuk orang tuanya atau kelalaian yang disengaja.

Ketika anak beranjak remaja, mereka mulai mempertanyakan ketidakhadiran dan kurangnya perhatian orang tuanya.

Ini adalah periode kritis perkembangan kognitif ketika mereka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang meresahkan ini.

Ketika remaja merasakan hal ini, idealnya orang tua harus lebih hadir. Namun seringkali kekosongan tersebut diisi oleh teman atau informasi menyesatkan dari internet.

Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan semakin memperburuk hubungan orang tua-anak.

Jika anak mengkonfrontasi orang tuanya mengenai perasaan ini, hal ini dapat mengakibatkan reaksi balik yang parah, termasuk kekerasan verbal atau fisik.

Baca Juga: Tips Move On bila Masih Menyimpan Perasaan Cinta pada Orang yang Salah

Banyak orang tua yang gagal mengatasi masalah ini, sehingga menyebabkan hubungan yang jauh dengan anak mereka.

Mereka mungkin memberikan dukungan keuangan dan fasilitas namun kurang dukungan emosional dan psikologis.

Kurangnya dukungan ini mengakibatkan ketidakstabilan emosi, sehingga mempengaruhi hubungan dan kesehatan mental anak.

Anak-anak membutuhkan kepastian, dukungan emosional, dan rasa aman untuk menghindari kecemasan dan ketakutan terus-menerus akan masa depan.

Mereka membutuhkan lingkungan yang stabil untuk mencegah depresi dan masalah terkait trauma.

Jika orang tua tidak memberikan hal ini, kesehatan mental anak akan terganggu.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membina ikatan yang erat dengan anak-anaknya.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Punya Ikatan Batin dengan Seseorang, Bisa Membaca Pikiran Satu Sama Lain?

Bahkan tindakan kecil berupa cinta dan perhatian dalam ikatan yang kuat dapat mempunyai dampak yang signifikan.

Jika kamu memutuskan untuk memiliki anak, sayangi mereka dengan sepenuh hati dan penuhi kebutuhan emosionalnya, bukan hanya kebutuhan finansialnya saja.

Misalnya, seperti yang disebutkan Deddy Corbuzier dalam podcastnya, dia bertekad untuk mengantar anaknya ke sekolah secara pribadi dan hadir di acara sekolah.

Keterlibatan semacam ini membantu anak-anak merasa aman dan didukung, memupuk komunikasi terbuka dan ikatan yang kuat.

Kesimpulannya, menjaga hubungan dekat dengan anakmu dapat sangat meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka.

Hadir, berikan dukungan emosional, dan ciptakan lingkungan yang stabil agar mereka bisa berkembang sebagai edukasi psikologi.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# ikatan yang kuat
# orang tua dan anak
# edukasi psikologi
# Kesehatan Mental

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.