AYOJAKARTA.COM - Cuaca dingin kerena hujan terus bisa membuat kondisi badan kita tak menentu.
Rempah yang satu ini yakni jahe sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu masakan yang selalu ada di dapur.
Tanaman berbunga yang berasal dari Asia Tenggara yamg dikenal dengan nama jahe adalah salah satu herbal yang mempunyai segudang manfaat terutama bagi kesehatan.
Jahe yang termasuk keluarga rimpang dan termasuk dalam keluarga Zingiberaceae selain kunyit, kapulaga, dan lengkuas
Sebagaimana dilansir ayojakarta.com dari laman Healthline, berikut Merupakan manfaat jahe untuk kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah:
Mengandung zat gingerol
Jahe si herbal hangat memiliki sejarah penggunaan yang sangat panjang dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional dan alternatif.
Khasiat dari jahe bisa digunakan untuk membantu pencernaan hingga mengurangi mual dan membantu melawan flu dan pilek Aroma harum dan rasa jahe yang unik berasal dari minyak alaminya, yang berasal dari zat gingerol.
Gingerol merupakan senyawa bioaktif utama dalam jahe yang memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat kuat.
Menurut penelitian ilmiah zat tersebut juga dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang merupakan hasil dari kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh.
Baca Juga: Lima Golongan KPM yang Berpotensi Tidak Menerima Bantuan Sosial Setelah Penerapan DTSEN
Dapat mengobati mual dan masuk angin
Jahe juga sangat efektif untuk meredakan dan melawan mual dan masuk angin.
Pada kasus tertentu dapat meredakan mual dan muntah misal untuk orang yang menjalani jenis operasi tertentu.
Jahe juga dapat membantu mual terkait terapu kanker dengan kemoterapi.
Efektifitas untuk mengatasi mual lain yaitu yang berhubungan dengan kehamilan seperti mual di pagi hari atau malam hari.
Menurut ulasan dari 12 penelitian yang melibatkan total 1.278 wanita hamil, 1,1 sampai 1,5 gram jahe yang dikonsumsi dapat secara signifikan mengurangi gejala mual..
Dapat membantu menurunkan berat badan dan obesitas
Jahe berperan dalam penurunan berat badan berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan pada manusia dan hewan.
Sebuah tinjauan literatur belum lama ini tahun 2019 menyimpulkan bahwa suplementasi jahe secara signifikan mengurangi berat badan.
Sebuah studi tahun 2016 terhadap 80 pasien wanita dengan obesitas menemukan bahwa jahe juga dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh (BMI) dan kadar insulin dalam darah.
Kadar insulin dalam darah yang tinggi berhubungan dengan obesitas.
Dapat membantu menanganibosteoartritis
Penyakit Ini melibatkan degenerasi sendi di tubuh yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan gerak.
Satu tinjauan literatur menemukan bahwa orang yang menggunakan ekstrak jahe untuk mengobati osteoartritis
Pasiaen yang mengalami pengurangan rasa sakit dan kecacatan yang signifikan.
Seseorang yang menerima asupan antara 500 miligram atau setara 1 gram jahe setiap hari selama 3 hingga 12 minggu mayoritas dari mereka bisa terhindar dari osteoartritis.
Baca Juga: Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan Angkat Bicara Soal Bocornya Putusan Cerai Baim-Paula
Dapat menurunkan kadar gula darah
Bidang penelitian ini relatif baru dan didapatkan jahe memiliki sifat anti diabetes yang kuat.
Dalam sebuah studi tahun 2015 terhadap 41 pasien dengan diabetes tipe 2 yang diberi 2 gram bubuk jahe per hari ternyata dapat menurunkan gula darah sebesar 12 persennya.
Ini juga secara dramatis meningkatkan hemoglobin A1c atau HbA1c sebagai penanda kadar gula darah jangka panjang.
Dalam berita yang menggembirakan, tinjauan literatur medis juga menyimpulkan bahwa jahe secara signifikan mengurangi HbA1c pada orang dengan diabetes tertentu seperti diabetes tipe 2.
Share this article
Rempah yang satu ini yakni jahe sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu masakan yang selalu ada di dapur.