AYOJAKARTA.COM - Energy Motion atau sering disingkat dengan istilah Emosi merupakan respon alamiah yang dimiliki oleh setiap manusia.
Selain dapat disebabkan karena adanya pengaruh eksternal atau rangsangan dari luar, perubahan Emosi juga dapat terjadi karena kondisi dalam diri atau internal.
Menjadi salah satu bekal bagi manusia untuk menjalani peran-peran sosial dan individual, mengenali jenis serta mengelola emosi wajib dilakukan.
Baca Juga: 5 Fakta Ancaman Bom di Pesawat Jemaah Haji Rute Jeddah–Jakarta: Mendarat Darurat di Kualanamu
Disamping karena merupakan salah satu penentu kebahagiaan, kegagalan dalam mengenali dan mengendalikan emosi juga dapat berdampak buruk bagi kehidupan setiap orang.
Terlebih karena bagi sebagian keluarga konservatif, seorang anak seringkali diajarkan dan dilatih untuk memendam emosi sehingga cenderung menjadi terkungkung.
Menurut Psikolog Paul Ekman, setiap individu manusia memiliki enam dasar emosi yang masing-masing memiliki turunan rasa.
Puas, lega, damai, bangga, beruntung, bersyukur, serta semangat, menurut Paul merupakan turunan dari jenis emosi Bahagia.
Baca Juga: Ingin Masuk SMA atau SMK Favorit? Ini Panduan SPMB 2025 Tahap 2 Jalur Prestasi
Sedangkan turunan dari Emosi Sedih antara lain Malu, sepi, kecewa, kasihan, berduka, hampa, bersalah, sengsara, tertolak.
Jenis emosi negatif lainnya adalah Jijik yang memiliki turunan seperti Mual, risih, bosan, penat dan eneg. Sementara emosi Marah memiliki turunan seperti Tersinggung, terganggu, iri, cemburu, sebal, benci serta murka.
Selain keempat jenis emosi tersebut, Paul juga merinci turunan dari Emosi Takut yang meliputi Cemas, gugup, ragu, waspada, ngeri dan tidak berdaya.
Jenis emosi selanjutnya menurut Paul adalah Terkejut yang memiliki turunan seperti kaget, bingung, tertipu, heran, terkesima, takjub, dan terpesona.
Untuk mampu melakukan regulasi atau pengendalian diri atas suatu kondisi, penting bagi setiap individu mengenali jenis emosi yang sedang dialami.
Dengan mengenali emosi yang sedang dirasakan atau dialami, individu dapat belajar melakukan penerimaan, memvalidasi kondisi dan mulai meregulasi.
Selain malu, jijik dan sedih, jenis emosi yang paling sering dirasakan oleh kebanyakan orang adalah marah atau dalam perspektif ruhani sering disebut Amarah.
Individu yang tidak terbiasa mengenali dan meregulasi emosi jenis marah, selain dapat menghancurkan diri sendiri juga akan berdampak buruk bagi orang di sekitarnya.
Baca Juga: Jadwal Pencairan BSU 2025 Belum Diumumkan Pemerintah, Ternyata Ini Penyebabnya
Agar terhindar dari penyesalan berkepanjangan karena kalap atau gagal mengendalikan amarah, berikut adalah sejumlah saran yang dapat dilakukan.
Disamping mengatur pernafasan dan mengalihkan fokus dari pemicu, cara untuk mengendalikan amarah adalah dengan rutin mengintrospeksi diri.
Cara selanjutnya untuk mengendalikan amarah adalah dengan berolahraga, mengenali batasan diri, curhat, serta mindfulness atau melatih kesadaran diri.
Kesadaran diri merupakan kondisi seseorang yang tidak terpenjara oleh negativitas di masa lalu dan ilusi ketakutan pada masa depan atau overthinking. ***
Baca Juga: Sudah Lolos Verifikasi Tapi BSU 2025 Belum Cair? Simak Penyebabnya di Sini

Share this article
Emosi adalah respons alami manusia. Mengenali & mengelola emosi, khususnya amarah, penting agar tak merugikan diri sendiri & orang lain.