AYOJAKARTA.COM - Toxic relationship atau bisa disebut dengan hubungan beracun merupakan bentuk hubungan yang tidak sehat.
Toxic relationship ini bisa terjadi di dalam bentuk hubungan apa saja, termasuk dalam hubungan percintaan.
Dilansir AyoJakarta.com dari tesis berjudul Kesehatan Mental dalam Buku Kumpulan Cerpen Berjuta Rasanya Karya Tere Liye oleh Putri N (2022, hal. 24) Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, hubungan beracun yang disebut hubungan tak sehat antar pasangan atau orang yang menjalankan suatu hubungan bersama orang lain.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Berada di Toxic Relationship, Hindari Agar Tidak Lelah Secara Mental
Di dalam hubungan percintaan, tentu akan terjadi masalah juga, tak mulus selalu hubungannya.
Salah satu masalah yang terjadi dalam hubungan percintaan adalah terjadinya toxic relationship.
Lalu, seperti apakah tindakan toxic relationship yang perlu kita ketahui dan waspada?
Baca Juga: 4 Tips Ampuh Menghindari Toxic Relationship, Simak agar Tidak Terjebak Pada Pasangan yang Salah
Berikut adalah beberapa contoh dari toxic relationship:
1. Pasangan mengontrol kita
Dalam hubungan percintaan, seharusnya terjadi kebebasan. Tetapi yang terjadi dalam toxic relationship adalah pasangan mengontrol kita.
Tindakan mengontrol ini bisa saja berbentuk seperti melarang kita untuk berteman dengan lawan jenis baik itu urusan pekerjaan atau bukan.
Pasangan juga mengontrol dengan cara memerintahkan sesuatu hal yang apabila dilakukan maka hubungan berlanjut dan jika tidak akan diancam putus.
2. Cemburu
Pasangan yang melakukan tindakan toxic relationship akan merasa cemburu ketika melihat pasangannya dekat dengan lawan jenis.
Sehingga melarang pasangannya untuk berurusan lagi dengan lawan jenis tersebut.
Selain itu, pasangan itu juga bisa cemburu dengan pasangannya yang lebih mempedulikan orang lain daripada dirinya.
3. Mengisolasi pasangan dari dunia luar
Pasangan yang melakukan toxic relationship akan melarang pasangannya untuk bertemu siapapun, termasuk teman-teman dekatnya.
Intinya, pasangannya hanya boleh pergi dengan dirinya saja.
Apabila ini terjadi, maka pasangannya tak akan bisa lagi bertemu dengan teman-teman dekatnya meskipun hanya sebentar.
4. Posesif
Posesif merupakan tindakan mengawasi pasangan dan menuntut untuk melakukan sesuatu.
Misalnya pasangan yang posesif akan meminta pasangannya untuk bertukar password akun media sosial, menyadap WhatsApp pasangannya, serta saat pergi tanpa dirinya, pasangannya diminta untuk mengirim foto keadaan saat itu juga.
Ada juga yang memantau pesawat dan lokasi pasangannya.
Baca Juga: Cerita Clara Tan Alami Toxic Relationship: Pernah Ditampar oleh Sang Kekasih
5. Selingkuh
Selingkuh artinya tindakan menyeleweng atau tidak setia terhadap pasangannya.
Perbuatan selingkuh ini tak hanya berbentuk fisik, ada juga yang dengan hati dan melalui media sosial seperti saling berkirim pesan melalui chat atau like foto lawan jenis yang bukan pasangannya.
Dalam kasus yang lebih parah, perselingkuhan bisa menyebabkan tindakan kekerasan atau bahkan perpisahan dengan pasangan, baik itu yang pacaran maupun menikah.
Baca Juga: Loker Terbaru September 2022, dari Driver hingga Branch Relationship Officer
Begitulah tindakan toxic relationship yang wajib kita ketahui dan waspada terhadap pasangan.
Semoga para pembaca artikel ini terhindar dari tindakan-tindakan toxic relationship dalam percintaan tersebut. ***

Share this article
Toxic relationship bisa terjadi di dalam bentuk hubungan apa saja, termasuk dalam hubungan percintaan.