AYOJAKARTA.COM - Perasaaan cemas merupakan suatu hal yang normal.
Namun, ketika rasa cemas yang muncul secara sering atau berlebihan bisa jadi ini tanda gangguan kecemasan atau anxiety disorder.
Gangguan kecemasan atau anxiety disorder merupakan rasa cemas berlebihan yang bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang.
Baca Juga: Bahaya Makan Acar Terlalu Banyak, Rawan Gangguan Ini !
Kondisi ini bahkan bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Perlu diketahui, gangguan cemas ini bisa menyebabkan penderitaan dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menjalani hidup normal.
Rasa cemas atau anxiety adalah hal yang wajar, terutama jika ada tekanan atau kondisi tertentu.
Baca Juga: Jangan Khawatir, Perempuan Berusia di Atas 36 Tahun Dapat Pengalaman Seks Terbaik!
Namun, jika rasa cemas dan khawatir menjadi tidak terkendali, berlebihan, bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, maka bisa jadi ini merupakan tanda Anda sedang mengalami gangguan kecemasan umum.
Gejala gangguan kecemasan umum yang bisa dikenali antara lain sebagai berikut dilansir AyoJakarta.com dari Alo Dokter, Kamis (21/7/2022):
- Munculnya rasa cemas dan khawatir yang berlebihan terhadap berbagai kondisi yang tidak khas.
- Munculnya pikiran yang berlebihan tentang rencana dan solusi untuk setiap kemungkinan terburuk yang belum tentu muncul.
- Mudah merasa tersinggung, gelisah, gugup, dan tersudut.
- Ragu-ragu, takut, dan sulit untuk mengambil suatu keputusan.
- Sulit untuk berkonsentrasi.
Baca Juga: Waspada Bila Keringat Berlebih di Malam Hari, Tanda Penyakit Ini!
Penyebab pasti dari gangguan kecemasan ini tidak diketahui, namun gangguan kecemasan seperti bentuk lain dari penyakit mental yang bukan hasil dari kelemahan pribadi, cacat karakter, atau pendidikan yang buruk.
Para peneliti menduga gangguan ini disebabkan oleh kombinasi banyak faktor, termasuk perubahan zat kimia dalam otak dan stres.
Seperti penyakit otak lainnya, penyebab gangguan kecemasan dapat dipicu oleh masalah dalam fungsi sirkuit otak yang mengatur rasa takut dan emosi.
Baca Juga: Waspada Bila Keringat Berlebih di Malam Hari, Tanda Penyakit Ini!
Penelitian telah menunjukkan bahwa stres berat dapat mengubah sel-sel saraf di dalam sirkuit otak.
Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan atau anxiety disorder mengalami perubahan struktur otak yang mengontrol kenangan.
Selain itu, gangguan kecemasan juga dapat terjadi di satu keluarga, yang berarti hal ini dapat diwariskan dari orang tua.
Baca Juga: Bingung Libido Pasangan Tinggi? Praktekan Tips Berikut untuk Menyeimbangkan!
Disini ada beberapa jenis obat yang biasanya diberikan untuk menangani gangguan kecemasan umum yang dilansir AyoJakarta.com dari Hello Sehat:
- Antidepresan
Obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) digunakan untuk meningkatkan serotonin di otak, sedangkan serotonin and noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI) digunakan untuk meningkatkan serotonin dan noradrenaline di otak.
- Pregabalin
Walalupun lebih dikenal sebagai obat untuk mengatasi kejang pada epilepsi dan nyeri neuropati, pregabalin juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan.
- Benzodiazepine
Benzodiazepine merupakan golongan obat penenang ini diberikan kepada penderita gangguan kecemasan umum yang parah. Tujuan pemberian obat ini adalah meredakan gejala dan keluhan gangguan kecemasan umum dalam waktu singkat.
Baca Juga: Kenali 6 Makanan Penyebab Alergi yang Perlu Dihindari!
Perlu diketahui, pasien perlu secara rutin memeriksakan diri ke dokter ketika menjalani pengobatan gangguan kecemasan umum. Tujuannya adalah agar dokter dapat mengetahui perkembangan kondisi pasien.
Pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap 2-4 minggu sekali pada 3 bulan pertama sejak penggunaan obat-obatan.***

Share this article
Berikut ini ulasan mengenai ganguan kecemasan atau anxiety disorder yang ternyata adalah salah satu bentuk penyakit mental.