AYOJAKARTA.COM - Mendengar nama Hard Gumay, publik tentu sudah dapat menggambarkan sosoknya sebagai seorang penerawang atau peramal.
Bukan saja karena ramalan atau penerawangan Hard Gumay yang beberapa diantaranya sudah dapat dibuktikan dengan kenyataan.
Tetapi lebih dari itu, ucapan-ucapan Hard Gumay pada penghujung akhir tahun 2022 lalu kerap menjadi berita menggemparkan di jagad maya.
Sehubungan dengan peristiwa tewasnya Brigadir J yang hingga hari ini masih menjadi konsumsi harian masyarakat.
Baca Juga: Ditanya Soal Nasib Ferdy Sambo dalam Kasus Brigadir Yosua, Hard Gumay : Kesatuan Kops Melarang
Hard Gumay yang dikenal publik sebagai pribadi yang pandai melakukan penerawangan, juga memiliki sudut pandang tersendiri mengenai kasus tersebut.
Hal itu diketahui sewaktu anak indigo ini berada dalam satu momen bersama Denny Sumargo.
Awalnya, Hard Gumay terlihat sangat luwes dan ekspresif ketika mencoba melakukan penerawangan tentang kemungkinan adanya perang.
Denny kemudian menjelaskan mengenai ramalan Nostradamus yang memprediksi tahun 2037 akan terjadi perang antara Indonesia dengan Australia.
“Mhh, ya gue lihat sekarang, detik ini ya, akan terjadi,” jawab Hard Gumay mengenai prediksi perang secara politik serta perang fisik, baku tembak.
Baca Juga: Denny Sumargo Korek Ramalan Soal Ferdy Sambo dari Hard Gumay, Ternyata Begini Jawabannya
Dalam prediksi mengenai perang keduanya menunjukkan adanya kesamaan, namun terkait kasus Brigadir J, Hard Gumay memiliki tanggapan.
“Dari Marpauli Sianipar, tolong tanyain Bang, Ferdy Sambo, Putri Candrawati dan Bharada Richard Eliezer, dapat hukuman berapa tahun?” tanya Denny.
Mendengar pertanyaan tersebut, baik Denny maupun Hard Gumay hanya mampu bersikap lebih ekspresif.
Keduanya terlihat jelas berusaha menahan keinginan untuk melepaskan tawa, dengan wajah menunduk.
Hard Gumay yang saat itu tampil rapi dengan kemeja warna peach terlihat merekatkan tangan dengan kesepuluh jari saling menghimpit.
Baca Juga: Diminta Ramalkan Hukuman Ferdy Sambo, Hard Gumay Ungkap Dirinya Disuruh Tutup Mulut oleh Sosok Ini
“Sehubungan dengan kasus Ferdy Sambo, kalau dari, apa ya? Kesatuan korps gue sih melarang sehubungan dengan,” jawab Hard Gumay dengan suara terbata.
Sebagaimana diketahui publik, Hard Gumay sempat vakum dari jagad media sewaktu dirinya mengikuti program wajib militer.
“Komponen cadangan TNI, tentara beneran tetapi cadangan, kalau ada perang baru diturunkan,” jelas Hard Gumay ketika ditanya mengenai persona militernya.
Melihat ekspresi Hard Gumay yang terlihat kurang berkenan, dengan sigap Denny segera memberikan tanggapan.
Baca Juga: Denny Sumargo Dibuat Kaget dengan Ramalan Hard Gumay Soal Hukuman Ferdy Sambo: Tambah Kurang Bagus
“Jadi loe, tidak ada, itu ya, nggak berarti ya? Iya nggak ya?” balas Denny dengan ekspresi serius yang kemudian ia ganti dengan tawa lepas.
Melihat Hard Gumay yang tampak sudah lebih rileks, Denny mulai memberanikan diri untuk mempertanyakan alasannya.
“Ferdy Sambo dan kawan-kawan?” Hard Gumay menggelengkan kepala, serta ekspresi wajah tersenyum. ***

Share this article
Hard Gumay yang pandai melakukan penerawangan memiliki sudut pandang tersendiri mengenai kasus Brigadir J.