AYOJAKARTA.COM -- Dunia internasional kembali membuka mata terhadap aksi nyata dalam mempererat tali persaudaraan antarmanusia. Kabar gembira datang bagi para aktivis, lembaga swadaya, maupun organisasi kemanusiaan di seluruh penjuru bumi. Mulai Senin, 13 April 2026, pendaftaran nominasi untuk ajang bergengsi Zayed Award for Human Fraternity 2027 resmi dibuka. Penghargaan global ini mencari sosok-sosok inspiratif yang tanpa lelah membangun jembatan perdamaian di tengah keberagaman bangsa.
Bagi Anda atau lembaga yang memiliki rekam jejak dalam mempromosikan toleransi dan solidaritas, proses pengajuan nominasi dapat dilakukan melalui situs resmi di https://zayedaward.org. Batas waktu pendaftaran ditetapkan hingga 1 Oktober 2026, memberikan kesempatan luas bagi para penominasi untuk menyusun profil kandidat terbaik mereka.
Zayed Award for Human Fraternity bukanlah sekadar penghargaan biasa. Ajang tahunan ini lahir sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi individu maupun institusi yang secara konsisten memperkokoh fondasi persaudaraan universal. Penghargaan ini mengapresiasi mereka yang berupaya meruntuhkan tembok prasangka dan membangun pemahaman mendalam antarbudaya serta antaragama.
Filosofi utama dari penghargaan ini berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang tertuang dalam "Dokumen Persaudaraan Manusia". Dokumen bersejarah ini ditandatangani oleh dua tokoh agama besar dunia: Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb (Grand Syekh Al-Azhar) dan mendiang Paus Fransiskus. Semangat yang diusung merupakan warisan luhur dari mendiang Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri Uni Emirat Arab (UEA). Beliau mewariskan nilai penghormatan terhadap martabat setiap individu tanpa memandang latar belakang agama, ras, gender, maupun kewarganegaraan.
Penyelenggaraan edisi kedelapan ini menandai konsistensi penyelenggara dalam mendukung misi kemanusiaan global yang independen. Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, Konselor Mohamed Abdel Salam, memberikan pandangannya secara mendalam terkait pembukaan nominasi tahun ini.
"Dimulainya masa pendaftaran nominasi untuk edisi kedelapan dalam ajang penghargaan internasional yang bersifat mandiri ini menggambarkan komitmen berkelanjutan kami dalam mengapresiasi serta memberikan penghormatan terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang inovatif. Berbagai upaya tersebut memiliki andil besar dalam melayani umat manusia serta memperkuat prinsip-prinsip persaudaraan di level global. Penghargaan ini senantiasa mendukung berbagai kegiatan yang memiliki pengaruh nyata, di mana prinsip-prinsip dalam Dokumen Persaudaraan Manusia yang bersejarah tersebut diimplementasikan menjadi program nyata yang memberikan perubahan permanen bagi berbagai komunitas di seluruh dunia," urai Mohamed Abdel Salam di Abu Dhabi.
Ia juga menyampaikan harapannya agar tahun ini muncul lebih banyak inovator kemanusiaan yang berpartisipasi.
"Pada periode tahun ini, kami menaruh harapan besar untuk memperoleh beragam usulan nominasi terbaru, baik dari perorangan maupun institusi, yang secara nyata memberikan kontribusi dalam memperkuat ikatan persaudaraan antarmanusia di kancah internasional," tambah beliau.
Salah satu daya tarik utama dari penghargaan ini adalah hadiah tunai sebesar 1 juta dolar AS (atau sekitar 16 miliar rupiah lebih). Nominal fantastis ini pertama kali diperkenalkan setelah pertemuan legendaris di Abu Dhabi pada tahun 2019. Pertemuan tersebut menjadi tonggak sejarah modern karena mempertemukan pemimpin tertinggi umat Muslim dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik saat itu untuk menandatangani sebuah kesepakatan damai yang maha penting.
Hadiah ini bukan sekadar insentif finansial, melainkan bahan bakar untuk memperluas jangkauan program-program kemanusiaan yang dijalankan oleh para pemenang. Dengan dana tersebut, para penerima penghargaan diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih masif dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pada 4 Februari 2026 yang lalu, dunia menyaksikan penganugerahan edisi ketujuh yang digelar dengan sangat megah di Monumen Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Abu Dhabi. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin tinggi negara, termasuk Presiden UEA Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, serta tokoh-tokoh penting dari 40 negara lebih.
Penerima penghargaan pada edisi tersebut merefleksikan keberagaman fokus kemanusiaan:
1. Penggagas Perjanjian Damai Azerbaijan-Armenia: Diapresiasi atas keberanian politik dalam mengakhiri konflik panjang.
2. Yayasan Kerja Sama Kemanusiaan Palestina: Dihormati atas dedikasi tanpa henti membantu warga di wilayah konflik.
3. Zarqa Yaftali: Pejuang pendidikan asal Afghanistan yang memperjuangkan akses sekolah bagi kaum perempuan.
Ketiga pemenang ini membuktikan bahwa persaudaraan manusia dapat diwujudkan melalui berbagai sektor, mulai dari diplomasi tingkat tinggi hingga pendidikan di daerah pelosok.
Sejak pertama kali diluncurkan, Zayed Award for Human Fraternity telah mengukir sejarah dengan memberikan apresiasi kepada 20 individu dan organisasi yang tersebar di 20 negara. Cakupan bidang yang dibantu pun sangat luas, menunjukkan betapa inklusifnya penghargaan ini dalam menilai kontribusi kemanusiaan. Bidang-bidang yang pernah meraih penghargaan meliputi kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan, kesejahteraan sosial, serta keberlanjutan lingkungan.
Untuk mendaftarkan seseorang atau lembaga, penominasi harus menyertakan bukti konkret mengenai dampak pekerjaan kandidat terhadap masyarakat luas. Panel juri yang terdiri dari tokoh internasional yang ahli di bidang hukum, kemanusiaan, dan perdamaian akan meninjau setiap dokumen secara teliti. Transparansi dan integritas menjadi kunci utama dalam proses seleksi ini.
Zayed Award for Human Fraternity 2027 mengundang siapa saja yang percaya bahwa dunia yang lebih baik dapat dibangun melalui dialog dan aksi nyata. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memberikan pengakuan yang layak bagi pahlawan kemanusiaan di sekitar Anda.
Daftarkan sekarang sebelum 1 Oktober 2026 dan jadilah bagian dari gerakan global yang memanusiakan manusia.
Share this article
Pendaftaran Zayed Award for Human Fraternity 2027 resmi dibuka! Raih hadiah 1 Juta Dolar AS untuk aksi kemanusiaan global. Daftar sekarang!