AYOJAKARTA.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer lagi jika Iran melanjutkan program nuklirnya.
Meski sempat ada gencatan senjata yang dimediasi AS antara Iran dan Israel, namun Trump kini kembali mengancam akan memberikan serangan ke Iran.
Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk tidak melanjutkan kembali program pengayaan uranium atau nuklirnya.
Baca Juga: Hunting SD Berkualitas? Ini 10 Pilihan Terbaik di Jakarta dengan Biaya di Bawah Rp500 Ribu
Seperti dilansir dari YouTube tvOneNews pada Kamis (26/06/2025), Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki bom nuklir dan akan melakukan serangan presisi jika Iran membangun kembali fasilitas pengayaan nuklirnya.
Ancaman ini muncul setelah serangan udara AS terhadap tiga situs nuklir utama Iran, yang menurut Trump telah "menghancurkan" fasilitas-fasilitas tersebut dan mendorong gencatan senjata antara Iran dan Israel.
Trump bahkan membandingkan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dengan pengeboman nuklir AS di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, menyatakan bahwa serangan tersebut mengakhiri permusuhan dan mencegah perang yang lebih besar.
Presiden AS tersebut memperingatkan bahwa jika Iran membalas serangan AS, akan ada "tragedi" yang jauh lebih besar dari konflik sebelumnya, dan sebagian besar target militer Iran yang tersisa dapat dihancurkan dalam hitungan menit.
Baca Juga: Kamis Berkah! Bantuan Reguler Plus Penebalan Bansos Cair Bersamaan per 26 Juni 2025
Ancaman ini juga terkait dengan konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran, di mana serangan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran memicu balasan rudal dari Teheran.
Trump menyatakan bahwa AS memiliki kontrol penuh atas wilayah udara Iran dan menegaskan kesiapan untuk melanjutkan serangan jika perdamaian tidak segera tercapai.
Secara keseluruhan, ancaman Trump tersebut merupakan respons terhadap upaya Iran yang dianggap AS berpotensi mengembangkan senjata nuklir, dan merupakan bagian dari eskalasi militer yang berpotensi memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
Ancaman Trump ini menimbulkan pertanyaan: apakah gencatan senjata itu benar-benar serius atau hanya sekadar drama politik AS?***

Share this article
Meski sempat ada gencatan senjata yang dimediasi AS antara Iran dan Israel, namun Trump kini kembali mengancam akan serangan ke Iran