AYOJAKARTA.COM - Kebijakan dan perang dagang Internasional yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap impor dari Tiongkok memicu gejolak ekonomi global.
Dampak di balik trump effect terhadap ekonomi Tiongkok justru memperkuat ekonomi China di mata dunia internasional.
Sejak tahun 2018 pemerintahan Trump mengenakan tarif tinggi terhadap berbagai barang buatan China.
Barang-barang seperti mainan, elektronik, tekstil, hingga komponen industri kini menghadapi tarif efektif hingga 145 persen.
Terjadi peningkatan drastis dari 34 dari yang sebelumnya.
Langkah ini memukul sektor manufaktur dan ekspor Tiongkok dan bukan hanya ekonomi China yang terkena dampaknya.
Banyak perusahaan kecil dan menengah di AS juga merasakan lonjakan harga bahan baku dan kesulitan pasokan, yang berdampak pada daya beli konsumen.
Dalam menghadapi tekanan dari Washington, Beijing menggunakan pendekatan cerdas dan melawan proteksionisme AS.
Baca Juga: Usai Dugaan Ijazah Palsu, Joko Widodo Digugat karena Dianggap Menyebar PHP di Proyek Esemka!
Media pemerintah China pun ikut menyoroti sikap sepihak AS dan menggambarkan negaranya sebagai pembela perdagangan bebas dan kerja sama global.
Perang dagang ini disambut baik oleh banyak negara terutama di Asia, Afrika, dan Eropa yang juga merasakan dampak kebijakan Amerika.
Kini China mulai dianggap sebagai kekuatan raksasa dan siap mengisi kekosongan kepemimpinan global yang ditinggalkan AS.
Perang Dagang AS Meningkatkan Soft Power China
Soft power adalah kemampuan suatu negara untuk mempengaruhi pihak lain melalui daya tarik budaya, nilai, dan kebijakan luar negeri.
Dalam hal ini perang dagang Internasional justru memberi China peluang untuk memperkuat citra positifnya.
China memperluas jangkauan dengan Belt and Road Initiative dan membangun infrastruktur di negara berkembang.
Serta memperkuat kerja sama multilateral dengan negara-negara mitra.
China saat ini dinilai sebagai mitra strategis yang menawarkan stabilitas dan investasi.

Share this article
Dampak di balik trump effect terhadap ekonomi Tiongkok justru memperkuat ekonomi China di mata dunia internasional.