AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, sebuah bencana gempa bumi telah terjadi di Turki pada Senin (6/2/2023) pagi.
Sebagian besar orang pastinya bertanya-tanya, apakah gempa yang terjadi di Turki ini bisa menyebabkan terjadinya aktivias gempa di belahan bumi lainnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Daryono buka suara.
Baca Juga: Jalan Terjal Pencalonan Anies Baswedan Hingga Slentingan Utang Rp50 Miliar
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Daryono memastikan bahwa gempa bumi yang telah terjadi di Turki tidak akan menimbulkan aktivitas kegempaan di tempat lain.
Namun, gempa Turki yang terjadi hari Senin (6/2/2023) akan memicu dan meningkatkan aktivitas kegempaan di area yang sama, yaitu di daerah sekitar sumber gempa.
Dikutip AyoJakarta dari akun twitter @DaryonoBMKG, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami itu menjelaskan tentang zona terjadinya gempa bumi.
Menurutnya, berdasarkan mekanisme sumber gempa dan distribusi gempa susulan yang begitu banyak menunjukkan telah terjadinya pecahan di Patahan Anatolia Timur.
Zona gempa susulan ini disebut-sebut membentang sepanjang 250km di sepanjang zona patahan gempa tersebut.
“Mekanisme sumber gempa dan distribusi gempa susulan yang banyak menunjukkan pecahnya Patahan Anatolia Timur. Zona gempa susulan ini tampak dengan jelas membentang ~250km di sepanjang zona patahan sumber gempa mematikan di Turki Selatan ini,” tulis Daryono dalam cuitannya.
Sementara itu, Daryono kemudian memastikan bahwa gempa bumi yang terjadi di Turki ini sama sekali tidak memicu gempa di tempat lain di dunia.
Seperti yang telah terjadi, gempa Turki ini hanya menyebabkan peningkatan aktivitas gempa tambahan di area yang sama.
Atas dasar hal tersebut, Daryono kemudian menegaskan agar masyarakat tidak membuat teori asal-asalan.
Khususnya teori yang menyatakan bahwa gempa bumi yang terjadi di Turki ini bisa menjalar ke berbagai belahan dunia lain.
“Gempa Turki ini memamng dapat menyebabkan meningkatnya aktivitas gempa tambahan di area yg sama (aftershocks - off fault seismicity), tetapi sama sekali tidak akan memicu gempa dahsyat di tempat lain di dunia. Jangan otak -atik gathuk dengan teori rambutan gempa, yg tiada dasar,” tulisnya.***

Share this article
Apakah gempa yang terjadi di Turki ini bisa menyebabkan terjadinya aktivias gempa di belahan bumi lainnya. Berikut penjelasan dari BMKG