TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi jaringan utilitas udara yang semrawut pada 2021. Penataan dan pengendalian jaringan akan dilakukan di bawah tanah melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) Jakarta.
Hal itu terlihat dari infografis yang diunggah dalam laman Instagram resmi milik Pemprov DKI Jakarta. Rencana SJUT dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga, PT Jakarta Propertindo, dan PD Sarana Jaya.
AYO BACA : Pergantian Tahun di Jakarta, Wagub: Kondisi Cukup Terkendali
Pelaksanaan pembangunan SJUT terus dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pedestrian. Total SJUT di ruas jalan Jakarta dilakukan sepanjang 213.702 kilometer.
"Penataan dan pengendalian jaringan utilitas ini berlangsung di 61 ruas jalan sepanjang 200 kilometer dan ditargetkan selesai pada tahun 2021," tulis keterangan infografis yang dikutip, Jumat (1/1/2021).
AYO BACA : Kolaborasi Menhub-Pemprov DKI Luncurkan 'Jaket Bus', Pesan Tiket Bus Bisa Lewat HP!
Sebelum pekerjaan SJUT, banyak orang dan kabel udara. Nantinya, sesudah pekerjaan, tidak ada penggunaan tiang dan kabel udara masuk ke dalam SJUT di bawah tanah.
Adapun kondisi di dalam SJUT bawah tanah, jaringan utilitas akan terpisah dengan saluran air. Selain ada manhole atau boks kontrol jaringan utilitas, handhole atau boks kontrol untuk akses ke pelanggan juga depanm disiapkan.
"Jarak bantaran manhole 50 meter dan jarak antara handhole 25 meter hingga 50 meter, " katanya.
AYO BACA : JADWAL VAKSINASI COVID-19: Sudah Terima SMS Blast Kemenkes untuk Suntik Vaksin Sinovac?

Share this article
Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi jaringan utilitas udara yang semrawut pada 2021. Penataan dan pengendalian jaringan akan dilakukan di bawah tanah melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) Jakarta.