JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemutakhiran data per Rabu (25/3/2020), kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia menjadi 790. Angka kematian karena corona menjadi 58 kasus kematian, dan angka kesembuhan mencapai 31 kasus.
AYO BACA : Ini Penyebab Pori-pori Wajah Besar
Lonjakan tersebut menjadi lonjakan paling dramatis pertama sejak kasus perdana orang di Indonesia terjangkit corona diumumkan. Pasalnya, data per-Selasa (24/3/2020) terdapat 685 pasien positif corona. Peningkatan itu terjadi dibarengi dengan tes massal yang dilakukan pemerintah RI.
AYO BACA : 105 Kasus Baru, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 790
Selanjutnya, kata Yurianto, para pasien sembuh dinyatakan boleh pulang.
Yurianto menegaskan kembali pentingnya upaya menjaga jarak fisik untuk mencegah penyebaran corona. Tak hanya di luar rumah, menjaga jarak fisik diminta untuk juga dilakukan di rumah.
Yurianto mengatakan, selalu ada kemungkinan tertular corona dari percikan atau droplet. "Bukan hanya di luar, di dalam rumah menjaga jarak juga sangat penting," katanya.
Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah terus digaungkan pemerintah. Tujuannya adalah untuk menekan persebaran virus corona jenis baru.
AYO BACA : Penangguhan Bundesliga Diperpanjang hingga 30 April

Share this article
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemutakhiran data per Rabu (25/3/2020), kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia menjadi 790. Angka kematian karena corona menjadi 58 kasus kematian, dan angka kesembuhan mencapai 31 kasus. Lonjakan tersebut menjadi lonjakan paling dramatis pertama sejak kasus perdana orang di Indonesia terjangkit corona diumumkan. Pasalnya, data per-Selasa (24/3/2020) terdapat 685 pasien positif corona. Peningkatan itu terjadi dibarengi dengan tes massal yang dilakukan pemerintah RI.