Mengapa Jakarta Selatan Lebih Rawan Longsor Dibanding Wilayah Lainnya di Provinsi DKI?

Ilustrasi Longsor (Sumber: Pixabay/diego_torres)
Ilustrasi Longsor (Sumber: Pixabay/diego_torres)
Poin Penting
  • BPBD rilis peta Mei 2026; Jaksel paling rawan longsor dibanding wilayah lain karena kondisi geografisnya yang unik.

  • Sebanyak 8 kecamatan di Jaksel masuk Zona Menengah gerakan tanah akibat adanya lereng unstable dan lembah sungai.

  • Warga di area rawan diimbau pantau info BMKG, menanam pohon berakar kuat, serta menyiapkan Tas Siaga Bencana.

AYOJAKARTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini untuk periode Mei 2026.

Jakarta Selatan menjadi wilayah yang paling rawan mengalami gerakan tanah atau tanah longsor.

Fenomena ini menarik perhatian karena wilayah Jakarta lainnya cenderung lebih aman. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan penjelasan ilmiah.

Jakarta Selatan memiliki karakteristik geografis yang unik. Wilayah ini dipenuhi oleh lembah sungai, tebing jalan, dan jurang atau gawir.

Banyak lereng di kawasan ini juga telah mengalami gangguan akibat aktivitas manusia.

Kondisi fisik inilah yang menjadi penyebab utama tingginya risiko longsor.

Peta kerentanan ini disusun menggunakan metode tumpang susun atau overlay.

Petugas menggabungkan peta zona kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.

Hasilnya menunjukkan bahwa Jakarta Selatan mendominasi titik rawan di ibu kota.

Ada delapan kecamatan di Jakarta Selatan yang masuk dalam Zona Menengah, antara lain:

  • Cilandak
  • Jagakarsa
  • Kebayoran Baru
  • Kebayoran Lama
  • Mampang Prapatan
  • Pancoran
  • Pasar Minggu
  • Pesanggrahan.

Sebagai perbandingan, Jakarta Timur hanya memiliki dua kecamatan rawan, yaitu Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Sementara itu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara terpantau aman tanpa titik rawan.

Dua Tingkatan Zona Risiko Gerakan Tanah

Para ahli membagi tingkat kerentanan tanah menjadi dua kategori utama, yaitu Zona Menengah dan Zona Tinggi.

Perbedaan keduanya terletak pada tingkat risiko dan kondisi pemicunya. Zona Menengah berarti wilayah tersebut memiliki potensi gerakan tanah tingkat sedang.

Tanah longsor di zona ini biasanya dipicu oleh curah hujan di atas normal.

Gerakan tanah rawan terjadi di area dekat lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang tidak stabil.

Zona Tinggi memiliki potensi yang jauh lebih besar dan berbahaya. Pada zona ini, curah hujan tinggi tidak hanya memicu longsor baru.

Hujan ekstrem juga dapat mengaktifkan kembali longsoran lama yang sebelumnya sudah berhenti.

Potensi bencana di zona ini sangat tinggi dan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

BPBD memperingatkan bahwa status Zona Menengah bisa naik menjadi Zona Tinggi jika hujan ekstrem terus mengguyur.

Langkah Mitigasi dan Pencegahan Longsor

Masyarakat harus mengambil langkah nyata untuk mengurangi risiko bencana.

Cara terbaik adalah menghindari pembangunan rumah permanen di area lereng, tebing, atau pinggiran sungai.

Struktur penahan tanah harus dibangun di sekitar area yang miring.

Saluran air atau selokan yang kuat juga wajib dibuat agar air hujan mengalir lancar tanpa mengikis tanah.

Pemadatan tanah dan memperkuat fondasi bangunan sangat disarankan untuk mencegah keretakan dinding.

Bagi warga yang sudah terlanjur tinggal di area rawan, mitigasi mandiri tetap bisa dilakukan.

Lakukan penghijauan dengan menanam pohon yang memiliki akar kuat untuk mengikat tanah.

Warga juga harus rutin memantau informasi peringatan dini dari instansi resmi seperti BPBD dan BMKG.

Selalu siapkan Tas Siaga Bencana di rumah untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman jika terjadi cuaca ekstrem atau hujan lebat yang berkepanjangan.

Camat dan lurah setempat juga diminta terus memantau kondisi lapangan secara berkala.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# zona
# longsor
# Jakarta Selatan

Berita Terkait

News Update

News

Peringatan Serius! BMKG Sebut Es Abadi Puncak Jaya Papua Diprediksi Hilang Total pada Akhir 2026 Tersisa 2 Persen Saja

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius bahwa lapisan es abadi di Puncak Jaya, Papua, berpotensi lenyap sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau awal 2027.

Tangerang

232 Warga Harus Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin yang Belum Padam Selama 6 Hari!

Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga Minggu, 5 Juli 2026.

Viral

Banyak Dikritik, Bakom RI Buka Suara Soal Penunjukan Komisaris BUMN: Strategi Pemerintah dan Perspektif Baru

Penunjukan sejumlah nama untuk mengisi kursi komisaris di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menjadi sorotan hangat.

Tangerang

Sempat Disanksi Tahun Lalu, KLH Bakal Usut Tuntas Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin!

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memastikan akan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

Jakarta Selatan

WNA Kembali 'Camping' di Trotoar UNHCR Jaksel, Pramono Anung: Kami akan Segera Tertibkan!

tepat di belakang kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR), sejumlah WNA tampak menggelar tikar di pinggir jalan dan trotoar pada Minggu, 5 Juli 2026.

Tangerang

Sudah 6 Hari, Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 40 Persen! Akan Tambah Helikopter Water Bombing

Memasuki hari keenam, kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih belum sepenuhnya padam.

Metropolitan

Darurat Sampah! Pemprov DKI akan Tutup TPST Bantargebang Mulai 1 Agustus 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diketahui akan menghentikan sistem pembuangan terbuka (open dumping) di Bantargebang mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Bukan di JPO! Pramono Anung Beberkan Alasan Lokasi Jembatan 'Gembok Cinta' Rasuna Said di Atas Kali Cideng

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beberkan lokasi pasti pembangunan jembatan 'Gembok Cinta' yang akan menghiasi kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

News

Dukung Program Pemerintahan Pusat, Pramono Anung Siapkan 8 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan guna pembangunan sekolah rakyat berasrama.

Metropolitan

Puncak Kemarau Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta Jamin Stok Air Bersih Aman!

Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jamin ketersediaan stok air bersih bagi warga Ibu Kota.

Jakarta Selatan

Pengungsi WNA di Trotoar Setiabudi Jaksel Viral di Medsos, Pramono Anung Siap Tindak Tegas

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta siap menindak tegas 'markas' pengungsian yang dinilai mengganggu fasilitas pejalan kaki.

Metropolitan

Warga Depok Siap-siap! Transjabodetabek Direncanakan Tambah 5 Rute Perjalanan, Ini Bocorannya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya bersama Pemkot Depok akan membahas rencana ini dalam waktu dekat.

Metropolitan

DTKJ Usulkan Kenaikan Tarif Transportasi Umum jadi 2 Kategori, Transjakarta Rp5 Ribu-Transjabodetabek Rp10 Ribu

Usulan ini sebagai langkah untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi umum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Nasional

Cara Daftar Program Magang Nasinal 2026 Angkatan 2 yang akan Dibuka pada 15 Juli 2026

Untuk daftar Magang Nasional 2026 kamu bisa buka sistus web siapkerja.kemnaker.go.id, jika belum memiliki silahkan daftar terlebih dahulu.

Metropolitan

Naik Mikrotrans Diusulkan Tak Gratis Lagi, Segini Bocoran Tarifnya

Ketua DTKJ Sugihardjo menyebut tarif Mikrotrans dapat dipatok sekitar Rp2 ribu per perjalanan.

Metropolitan

DTKJ Usulkan Tarif Langganan Transjakarta Rp200 Ribu per Bulan untuk Dorong Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum

Skema ini dinilai dapat adi solusi untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi dan membantu mengatasi kemacetan di Ibu Kota.

Ekonomi

Bukan Lagi 200 Hari, Pendaftaran Bansos Kini Cuma Butuh Waktu 2 Menit Saja

Saat ini pemerintah sedang mempercepat Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Metropolitan

Siap-siap! DKI Jakarta akan Punya Sejumlah Flyover Baru untuk Urai Kemacetan, Ini Lokasi yang Masuk Daftar Prioritas

Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat upaya mengatasi kemacetan melalui pembangunan infrastruktur transportasi, salah satunya adalah flyover.

Metropolitan

Program Kesehatan dan Pendidikan jadi Prioritas Pemprov DKI, Pramono: Anggaran Tidak Dipangkas, Malah Harus Ditambah!

Pemprov DKI Jakarta berupaya agar anggaran untuk kedua program tersebut tidak dipangkas, justru harus ditambah.

Metropolitan

Pramono Anung Pastikan Pemprov DKI Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Siapkan Asrama untuk 1.000 Siswa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap program Sekolah Rakyat ini nantinya bisa jadi investasi jangka panjang bagi anak-anak.