AYOJAKARTA.COM – Dalam hitungan beberapa jam ke depan, puncak gerhana bulan total bakal dapat disaksikan di seluruh wilayah di Indonesia.
Menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG), puncak gerhana bulan total bakal terjadi antara pukul 17.00 sampai dengan 19.00 tergantung wilayah masing-masing.
Semoga cuaca cerah dan tidak berawan gelap sehingga fenomena alam itu bisa jelas terlihat.
Kalian bisa tahu kira-kira waktu persis puncak gerhana bulan total bakal dapat disaksikan di Langit sesuai dengan melihat prediksi dari BKMG di bawah ini:
- Kalian yang berada di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu dapat milihat puncak gerhana bulan total di kontak Umbra 3 (U3) pukul 18:42 WIB.
- Orang-orang di Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat, dapat melihat gerhana bulan total pada waktu puncak gerhana yakni 17:59 WIB.
Baca Juga: Ingat Nih, Aturan Baru dan Biaya Bikin Surat Izin Mengemudi: SIM C Cuma Rp100 Ribu, SIM A Rp120 Ribu
Baca Juga: Ini Daftar Baru 69 Obat Sirup Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut yang Ditarik Izin Edarnya oleh BPOM
- Kalian yang tinggal di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, gerhana bulan total dapat dilihat pada kontak Umbra 2 (U2) pukul 17:16 WIB/18:16 WITA/19:16 WIT.
- Warga Papua dan Papua Barat dapat melihat gerhana bulan total pada kontak Umbra 1 (U1) pukul 18:08 WIT.
Bagaimana Gerhana Bulan Terjadi
Sekarang kita simak dulu pengertian gerhana bulan total dan juga gerhana matahari seperti dipaparkan oleh Menurut Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).
Gerhana bulan adalah peristiwa cahaya Matahari terhalang oleh oleh Bumi sehingga tidak semua sinarnya sampai ke Bulan.
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama. Gerhana bulan adalah fenomena alam yang bisa diprediksi.
Baca Juga: Nasihat Ustad Adi Hidayat untuk Pasangan yang Ingin Punya Keturunan dan Anak Soleh
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat: Dahsyatnya Dzikir Nabi Yunus Biar Doa Cepat Terkabul
Gerhana Bulan Total Maksudnya Gimana?
Ketika terjadi gerhana bulan total, posisi Bulan-Matahari-Bumi sejajar. Keadaan itu membuat Bulan masuk ke umbra Bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah.
Kalau Gerhana Matahari Kejadiannya Seperti Apa?
Fenomena alam gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi. Peristiwa itu selalu terjadi pada saat fase bulan baru.
Pada tahun 2022 terjadi 4 kali gerhana yakni dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan yakni:
- Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 30 April 2022 yang tidak dapat diamati dari Indonesia
- Gerhana bulan total (GBT) 16 Mei 2022 yang tidak dapat diamati dari Indonesia
- Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 25 Oktober 2022 yang tidak dapat diamati dari Indonesia
- Gerhana bulan total (GBT) 8 November 2022 yang dapat diamati dari Indonesia.
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
Baca Juga: Ini Berkah Baca Al Fatihah Kata Gus Baha, Surat yang Dulu Bikin Iblis Masuk ICU
Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
Sekadar mengingatkan, berikut ini tata cara menjalankan shalat gerhana bulan atau khusuful qamar seperti dilansir laman Kementerian Agama (Kemenag):
- Berniat di dalam hati
- Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa
- Membaca do'a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah, "Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana."(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
- Kemudian ruku' sambil memanjangkannya
- Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan "Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd"
- Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
- Kemudian ruku’ kembali (ruku' kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
- Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal)
- Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
- Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
- Salam
Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah.
Baca Juga: Info Perkiraan KJP November 2022 Kapan Cair: Pantau Tanggal Ini Deh
Demikian informasi tentang puncak gerhana bulan total di masing-masing wilayah di Indonesia, berikut tata cara menjalankan shalat gerhana.***

Share this article
Menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG), puncak Gerhana Bulan Total terjadi antara pukul 17.00 sampai 19.00.