AYOJAKARTA.COM – Kyai Haji Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen mengungkapkan tragedi pembunuhan Manusia yang paling pertama di dunia.
Mbah Moen semasa hidupnya sering kali membagikan kisah-kisah umat terdahulu, kisah-kisah para nabi, membacakan kitab dalam ceramahnya termasuk kisah Qabil, Qabil dan burung Gagak yang cerdas.
Perlu kita ketahui bahwa pada saat itu Qabil menginginkan istri kembarannya (Habil) yang lebih cantik daripada istrinya sendiri.
Baca Juga: Bjorka Bukan Hacker? Sebut Hanya Pengepul dan Tidak Perlu Ditakuti
Akibatnya pertengkaran pun terjadi, Habil pasrah dan hawa nafsu Qabil yang ingin membunuh adiknya tersebut semakin meninggi, terjadilah pembunuhan.
Dalam ceramahnya Mbah Moen mengungkapkan bahwa Qabil membunuh Habil, ketika dia telah sadar bahwa dirinya telah membunuh saudaranya sendiri, Qabil sangat kebingungan.
“Qabil bingung bagaimana cara agar tidak ketahuan, dan dia tidak tahu harus bagaimana,” Ujar Mbah Moen dilansir Ayojakarta.com dari YouTube Ziip Production pada Senin (26/09/2022).
Pasalnya menurut Mbah Moen pada saat itu belum ada praktek menguburkan mayat, jadi awal mula ada mayat manusia itu adalah mayat Habil yang dibunuh Qabil.
Mbah Moen pernah berziarah ke makam Qabil, dan menyaksikan betapa jauhnya Qabil membawa Habil dari Damaskus hingga kuburannya Habil saat ini.
“Akhirnya Qabil membawa mayat Habil kesana kemari, saya melihat jarak memikulnya itu, karena sampe beberapa puluh kilometer, pantas saja memikul jarak yang begitu jauh” kata Mbah Moen.
Mbah Moen menjelaskan begitu Qabil sampai di suatu tempat itu sudah terlihat banyak burung gagak, dari sekelompok burung gagak itu ada yang mati, lalu dikuburlah burung gagak itu.
Mbah Moen menegaskan Qabil belajar dari burung gagak, kalau ada yang meninggal itu dikubur, begini saja kok diberitahu burung gagak.
Baca Juga: Kepribadian Orang yang Lahir Tanggal 26 September, Mereka Objektif dan Adil
“Jadi pada akhirnya Qabil menyesal karena hal seperti itu saja kok diberitahu oleh burung gagak”, lanjut Mbah Moen.
Mbah Moen juga menjelaskan dari ayat selanjutnya, kebanyakan ketika orang membunuh itu akan ditiru, dan menyarankan agar kita lebih hati-hati.
“Oh pantas saja dia membunuh, orang tuanya juga pernah membunuh, itu contohnya,” Mbah Moen mencontohkan.
“Sama halnya dengan cerita Qabil, jadi di situ menyesal bukan karena membunuh tetapi karena memikul dengan jarak yang sangat jauh, padahal membunuhnya itu di Damaskus” tegas Mbah Moen.
Itulah kisah pembunuhan pertama yang diceritakan Mbah Moen, yang pada akhirnya Qabil menyesal bukan karena membunuh, tetapi proses pemakamannya yang diajarkan oleh burung Gagak.***

Share this article
Berikut kisah pembunuhan pertama di dunia antara Qabil dan Habil yang diceritakan Mbah Moen dalam ceramahnya.