AYOJAKARTA.COM - Melalui Kanal Youtube Kompas Tv kembali membahas Bjorka yang membuat geger dunia maya. Sebelumnya Bjorka digadang-gadang menjadi momok penduduk Indonesia karena aksinya dalam mencuri data pribadi dan membobol data rahasia negara.
Pasalnya, karena tindakannya yang dinilai heroik dan berani tersebut membuatnya menjadi buronan yang dicari-cari siapakah identitas dibalik Bjorka.
Kemudian atas aksinya tersebut membuat Presiden Jokowi Widodo memberikan atensinya untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, hingga membentuk tim gabungan dari Badan Intelijen Negara bersama Polri untuk menangkap Bjorka.
Baca Juga: Lirik Lagu Janji Setia Tiara Andini yang Viral di Medsos Lengkap dengan Link Videonya!
Lantas menjadikan nama Bjorka begaung di dunia maya dan menghebohkan publik, lalu publik juga dibuat geger kembali akibat berita palsu dan asumsi liar yang membuat seorang pemuda asal Madiun dan Cirebon menjadi kambing hitam dituduh sebagai Bjorka.
Pakar Kompetensi Siber, Dokter I Made Wiryana berbincang bersama Rosiana Silalahi mengupas tuntas Hacker Bjorka.
Menurut Dokter I Made Wiryana aksi yang dilakukan oleh Bjorka tidak perlu ditakuti, seperti sebagaimana kabar berkembang saat ini.
I Made Wiryana mengungkapkan didalam serangan security siber terdapat tiga jenis serangan yang pertama serangan fisik, kedua serangan simpatik yang mengirim software dan yang ketiga adalah serangan sinantik yang menyerang pola pikir atau mindset kita.
Baca Juga: Ngeri! Inilah 5 Hal yang Akan Terjadi Jika Pemerintah Kala Itu Tidak Berhasil Memberantas G30S PKI
Kemudian ia menyatakan bahwa serangan yang ketiga inilah yang paling berbahaya yakni serangan pada pola pikir kita, lalu pada kondisi seperti inilah harus menenangkan masyarakat yang cemas aksi yang dilancarkan Bjorka tersebut.
"Mungkin pada posisi saat itu harus mendamaikan masyarakat, karena menurutnya pada serangan sinantik itu sendiri yang paling berbahaya saat ini adalah ketidak percayaan masyarakat, ketidak percayaan pada sistem elektronik pemerintah, yang kemudian masyarakat lebih percaya data tersebut akan mudah bocor" ujarnya.
Tindakan dari aksi Bjorka ini adalah bentuk serangan pada pola pikir yang kemudian sengaja diciptakan untuk menimbulkan rasa ketakutan.
Dokter I Made Wiryana juga mengungkapkan bahwa Bjorka tersebut sejatinya bukanlah Hacker, Beliau menyatakan Bjorka merupakan pengepul sebuah data yang dilakukan sekumpulan orang atau perorangan.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sistem kerja didalam aksi peretas yakni pertama kelompok yang menemukan celah, kedua kelompok yang membuat alat bantu, dan yang ketiga adalah yang menerapkan alat bantu membobol celah tersebut.
Menurutnya hacker sesungguhnya adalah seseorang yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap hal teknis dan bukan mencari keuntungan dalam finansial maupun popularitas.
Saat ini I Made Wiryana menyebutkan perlunya adanya edukasi di masyarakat, terkait pengembang sistem dan sistem operasi agar tidak menghasilkan sistem yang serampangan.
Kemudian perlu adanya pertimbangan analisis dalam meningkatkan kelemahan pada sistem diperlukan untuk menjamin keamanan dari data tersebut.***

Share this article
Menurut Dokter I Made Wiryana aksi yang dilakukan oleh Bjorka tidak perlu ditakuti, seperti sebagaimana kabar berkembang saat ini.