Ngeri, Mbah Moen Sebut 3 Tanda Kiamat Sudah Terjadi Sekarang

Ulama kharismatik Maimun Zubair atau Mbah Moen.
Ulama kharismatik Maimun Zubair atau Mbah Moen.

AYOJAKARTA.COM -- Ulama kharismatik Maimun Zubair atau Mbah Moen mengungkapkan tanda-tanda datangnya hari kiamat.

Menurutnya suatu ceramah, beberapa tanda itu sudah terjadi di zaman sekarang.

Mbah Moen menjelaskan bahwa ada tujuh tanda datangnya kiamat yang tercantum dalam Al-Quran.

Baca Juga: Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan September, Sosok yang Menawan dan Berpikiran Terbuka Tapi Mudah Bosan

Salah satu tandanya, Mbah Moen mengatakan sering terjadinya gempa laut.

Demikian seperti yang ditulis PortalSulut.com dalam artikel "Mbah Moen Sebut 7 Tanda Kiamat Menurut Al-Quran, 3 Di Antaranya Sudah Terjadi".

"Gusti Allah SWT menciptakan umat Nabi Muhammad, sesudah ditinggal kanjeng Nabi, ada 7 kejadian," kata Mbah Moen.

"Ini Allah SWT menghitung dari penghabisan, kiamat kiamat itu kapan? Kalau matahari sudah hilang tidak bersinar, itu habis, kiamat," sambungnya.

Baca Juga: Reka Adegan Tidur Putri Candrawathi di Kamar Magelang, Ternyata Di Sampingnya Ada Kuat Maruf

Mbah Moen kemudian menyebutkan 7 tanda kiamat menurut Al-Quran.

1. Matahari tidak bersinar

2. Bintang-bintang berjatuhan

3. Gunung-gunung berjalan

4. Onta tidak terpakai

5. Harimau digiring ke kebun binatang

6. Terjadi gempa laut

7. Manusia bercampur

"Sebelum ada matahari tidak bersinar, ketika bintang-bintang berjatuhan, sebelumnya gunung-gunung berjalan, sekarang sebelum gunung berjalan ada kejadian onta tidak terpakai, sebelumnya ada kejadian harimaunya digiring, asalnya di hutan digiring ke kebun binatang, ini berurutan ini," kata Mbah Moen.

Baca Juga: Rezekimu Masih Susah dan Seret? Kata Mbah Moen Ternyata Kamu Masih Sering Lakukan 3 Kebiasaan Ini di Rumah

"Sebelum ada harimau digiring ada kejadian ada gempa bumi laut, dan apabila lautan diguncangkan gempa, sebelumnya saat kanjeng Nabi wafat, dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) ini tujuh. Ini dimulai Allah SWT dari belakang," ungkapnya.

Mbah Moen lantas menjelaskan 7 tanda kiamat tersebut baik yang sudah terjadi maupun yang belum.

"Ketika sudah ada matahari tidak bersinar, sudah atau belum? Belum," ujar Mbah Moen.

"Sebelum itu matahari hilang, bintang-bintang berjatuhan, sudah atau belum? Belum," lanjutnya.

"Sebelumnya ada kejadian, gunungnya dipindah-pindah berjalan, sekarang sudah apa belum? Sudah," tegas Mbah Moen.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Begini Sifat Asli Kuat Maruf, Sosok yang Disebut Punya Hubungan dengan Putri Candrawathi

Salah satu ciri gunung pindah adalah banyaknya kendaraan truk yang kini banyak mengangkut batu, semen, pupuk, yang semuanya berasal dari gunung.

"Jadi gunungnya dinaikan mobil, sudah apa belum ini? Sudah. Tinggal nanti menunggu ada gunung keluyuran, sudah apa belum? Belum," ungkapnya.

Mbah Moen juga menjelaskan 3 hal itu jika menurut ahli ilmu agama adalah tanda-tanda kiamat yang sudah ditunggu-tunggu yang artinya itu berarti sudah dekat.

"Lantas tanda-tanda yang paling besar, matahari tidak bersinar, bintang jatuh, gunung berjalan, meskipun sudah, tapi berjalannya baru dinaikan mobil," kata dia.

"Ketiganya ini diurutkan coba, sebelum ada gunung keluyuran di muat mobil, ada kejadian saatnya unta tidak terpakai, saat ini onta sudah tidak terpakai, ada orang naik unta itu sudah tidak zaman," ujar Mbah Moen.

"Saat itu saya masih mengalami tahun 49 saya di Mekkah, masih ada orang naik unta, sekarang sama sekali sudah tidak ada," dia menambahkan.

Baca Juga: Tanda-tanda Kiamat Telah Tiba, Mbah Moen Larang Banyak Beribadah: Cukup Jangan Lakukan 1 Hal Ini!

"Pasar itu yang banyak daging unta, sekarang tidak ada penjual daging unta, ganti dengan daging ayam. Lho coba ini di Mekkah, sebab onta sudah tidak terpakai," kata Mbah Moen.

"Sebelum unta tidak terpakai, ada kejadian apa? Saat harimau di usir dari hutan, digiring ke kebun binatang. Itu kejadian yang sudah lama," katanya.

Sebelum ada kejadian macan digiring ke kebun binatang, ada kejadian gempa laut, akhirnya daratan jadi pisah.

"Sekarang coba di angan-angan, awalnya Indonesia ini sambung dengan Australia, Jawa gandeng dengan Bali, Bali gandeng NTB, NTB gandeng NTT, NTT gandeng Timor Timur, hingga sampai Australia, nyambung Irian, tapi Allah SWT menciptakan sebelum ada harimau digiring ke kebun binatang ada kejadian gempa laut yang besar di Indonesia," jelasnya.

Mbah Moen juga menambahkan sebelum ada kejadian gempa laut, manusia itu bercampur.

Baca Juga: Siapa Satrio Piningit yang Muncul di Ramalan Jayabaya? Ini Sosok, Lokasi, Umur hingga Ciri Lengkapnya

Menurut Mbah Moen kini orang Arab bisa sampai ke Baghdad, padahal Baghdad itu negara Babilon, kemudian ke barat hingga sampai ke Atlantik.

Setelah itu lanjut ke utara hingga sampai ke Turki, kawasan luas ini semua menjadi bangsa Arab berbahasa Arab, sebabnya adalah mukjizatnya Al-Quran.

"Jadi sesudah Kanjeng Nabi di utus, Al-Quran menjelaskan bahwa manusia ini berbaur," pungkasnya.*** (Fahri Rezandi Ibrahim/PortalSulut.com)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# tanda kiamat
# kiamat
# Mbah Moen

News Update

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.