AYOJAKARTA.COM - Berikut ini ulasan tata cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam.
Bagi pasangan yang sah, tentu wajib mengetahui tata cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam.
Lantas seperti apa tata cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam?
Baca Juga: Tata Cara Hubungan Suami Istri yang Ideal dan Amalan Sebelum Bercinta Menurut Islam dan Penelitian
Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut:
Agama Islam telah mengatur beragam cara hidup umatnya, termasuk tentang bagaimana cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam.
Perlu diketahui, hubungan suami istri hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis semata.
Baca Juga: Trik Bikin Hubungan Suami Istri Memuncak ala Dokter Boyke, Khususnya Bagi Wanita
Namun, juga menjadi pahala bahkan membuahkan manfaat bagi kesehatan.
Sebagai pasangan suami istri yang sah, tentu hubungan intim sangat dibutuhkan.
Pasalnya, hubungan intim ini juga termasuk cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
Baca Juga: 5 Bentuk Alis Bisa Ungkap Hubungan Percintaan, Cek Punyamu di Sini
Dilansir AyoJakarta.com dari laman journals.sagepub.com, Rabu (20/7/2022) berdasarkan penelitian Journal of Health and Social Behavior diungkapkan bahwa hubungan suami istri bisa meningkatkan kesehatan mental, variabilitas detak jantung yang lebih sehat, dan risiko kematian lebih rendah.
Tak cuma itu, hal yang sering menjadi pertanyaan pasangan suami istri adalah bagaimana posisi serta adab berhubungan dalam Islam.
Seperti diketahui, ada banyak posisi yang bisa dilakukan saat hubungan suami istri.
Baca Juga: Jangan Hubungan Suami Istri di Waktu Ini Agar Terhindar dari 3 Hukuman Kata Ustaz Adi Hidayat
Namun diantara banyak gaya hubungan intim apakah hal itu dibenarkan dalam Islam?
Rasulullah SAW menekankan hal ini agar manusia bisa menahan pandangan dan mampu mengaga diri dari sesuatu yang haram.
Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Istri Mendesah saat Hubungan Intim dengan Suami? Ini Penjelasannya Menurut Studi dan Pandangan Islam
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
Artinya:
"Wahai para pemuda, siapa yang mampu menikah di antara kamu semua, maka menikahlah. Karena ia lebih dapat menahan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, hendaknya berpuasa karena ia sebagai tameng," (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya).
Berikut beberapa tata cara serta adab hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam :
1. Mandi dan berwudu sebelum berhubungan
Yang pertama adalah biasakan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum bercinta.
Baca Juga: Tips Hubungan Suami Istri agar Cepat Dapat Momongan, Ini Saran Dokter Boyke
Bersihkan seluruh anggota badan, termasuk alat kelamin. Baik suami maupun istri harus mandi agar wangi dan terlihat segar.
Menyenangkan suami dengan berpenampilan menarik merupakan salah satu hal yang diajarkan.
Setelah mandi dan menggosok gigi cara hubungan suami istri sesuai sunah yang bisa dilakukan yaitu berwudu agar menjadi suci.
Baca Juga: Dokter Boyke Sarankan Durasi yang Pas saat Hubungan Suami Istri, Jangan Terlalu Lama
2. Berdoa dan berniat
Selanjutnya adalah dengan membaca doa dan niat.
Sebelum melakukan hubungan suami istri, pasurti bisa berdoa bersama dengan membaca doa di bawah ini:
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Doa tidak hanya dilakukan sebelum hubungan suami istri.
Namun juga dilakukan saat air mani atau sperma keluar serta saat hubungan seks telah berakhir.
Doa ini baik diucapkan terutama bagi pasangan yang ingin mendapat keturunan.
Ketika suami mengeluarkan air mani, ucapkanlah doa sebagai berikut:
Baca Juga: Tips Menjaga Hubungan Tetap Langgeng hingga Pernikahan, Atur Strategi Komunikasi
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
Artinya: "Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik."
Setelah selesai berhubungan, jangan lupa juga untuk membaca bersama-sama doa ini:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا
Artinya : "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)."
Selain berdoa sebelum bercinta, bahkan saat malam pertama suami istri dianjurkan untuk menunaikan salat sunah dua rakaat.
Baca Juga: Berapa Kali Hubungan Suami Istri yang Ideal dalam Sepekan Menurut Islam, Ini Penjelasan 3 Ulama
3. Bercinta dengan niat menyenangkan suami
Berniat menyenangkan suami juga menjadi bagian dari adab serta tata cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam.
Istri yang baik adalah dia yang berniat menyenangkan suami dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk bercinta.
Baca Juga: 6 Tips Menjalani Hubungan dengan Pacar yang Tidak Romantis!
4. Lakukan dengan santai, didahului dengan cumbuan
Cara selanjutnya yaitu dahului dengan cumbuan.
Dalam Islam, hubungan intim suami dan istri sepatutnya menyenangkan dan bisa dinikmati kedua belah pihak.
Oleh sebab itu, komunikasi antar pasangan sangat penting.
Beritahu pasangan apa hal yang bisa merangsang dan jangan ragu untuk bercumbu terlebih dahulu atau foreplay sebelum berhubungan.
Foreplay sendiri adalah tindakan yang didorong dalam Islam dan bisa dilakukan oleh suami atau istri sebelum memulai hubungan intim.
Pada salah satu hadis pun mengamini jika cara berhubungan suami istri sesuai sunah tidak sepatutnya dilakukan terburu-buru dan langsung intercourse.
"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu melakukan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR.Tirmidzi)
Baca Juga: Bolehkah Melakukan Hubungan Suami Istri di Hari Tasyrik? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!
5. Boleh posisi apa saja
Eksplorasi cara berhubungan suami istri sesuai sunnah juga tidak dihalangi dalam Islam.
Melakukan berbagai posisi saat berhubungan boleh dilakukan. Apalagi jika istri dan suami ingin melakukan suatu hal yang berbeda dari biasanya.
Hal ini bisa menghindari kebosanan dalam bercinta.
نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
"Istri-Istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu.
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” (QS Al Baqarah: 233).
Yang dilarang adalah berhubungan melalui dubur dan saat si istri dalam kondisi haid atau menstruasi.
Baca Juga: 10 Tanda Hubungan Sehat dan Akan Bertahan Lama, Tidak Mengekang dan Saling Percaya Satu Sama Lain
6. Memakai parfum
Memakai parfum juga jadi bagian dari adab dan tata cara hubungan suami istri sesuai sunah.
Hukum Islam sebenarnya melarang wanita memakai parfum yang terlalu kuat karena itu seperti mengekspos dirinya ke publik.
Seorang wanita bisa menggunakan parfum dengan satu syarat, yaitu untuk menyenangkan suami.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Hubungan Suami Istri di Hari Tasyrik 2022? Simak Penjelasan Syaikh At-Tihami
7. Menyikat gigi
Pada bagian mulut pun harus diperhatikan dan menjadi bagian tata cara berhubungan suami istri sesuai sunnah.
Sebelum melakukan hubungan intim hendaknya suami istri menyikat gigi terlebih dahulu agar terhindari dari bau mulut yang mengganggu.
8. Membaca doa saat ejakulasi
Cara berhubungan suami istri sesuai sunah yang terakhir yaitu dengan membaca doa saat ejakulasi atau saat mencapai kepuasan.
Selain membaca doa, suami juga disarankan untuk mengangkat pinggul istri agar air mani suami bisa masuk dengan sempurna ke vagina istri.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسِبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا. أللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ خَلَقْتَ خَلْقًا فِيْ بَطْنِ هَذِهِ الْمَرْأَةِ فَكَوِّنْهُ ذَكَرًا وَسَمَّهُ اَحْمَدَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَاَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Artinya: "Segala puji milik Allah, yang telah menciptakan manusia dari air mani. Lalu jadikan manusia itu punya keturunan dan mushaharah dan Dia adalah Tuhanmu Maha Kuasa.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, jika Engkau takdirkan di dalam perut istriku ini tercipta seorang makhluk, maka jadikanlah ia seorang laki-laki yang akan kuberikan nama Ahmad.
Dengan hak yang ada pada Nabi Muhammad, Ya Allah Ya Tuhan kami, jangan biarkan aku sendirian (tanpa memiliki keturunan).
Engkaulah (Tuhan) sebaik-baik zat yang mewariskan (yang mengkaruniai tinggalan keturunan)."
Demikaian ulasan tentang tata cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam. ***

Share this article
Berikut ini adalah delapan tata cara hubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam. Pasutri wajib tahu loh, apa saja ya?