AYOJAKARTA.COM -- Alquran sebagai kitab suci umat Islam menyimpan perjalanan historis yang menarik sejak turunnya hingga sampai pada Nabi Muhammad.
Dalam prosesnya, Alquran turun melalui dua fase yang memikat, menginspirasi dan memperkaya pemahaman umat Islam.
Mayoritas ulama sepakat bahwa fase pertama Alquran turun secara utuh dari Lauh Mahfudz ke langit dunia (nuzulul jumali).
Sedangkan fase kedua, turun secara bertahap dari langit dunia kepada Nabi Muhammad (nuzulul mufarraq).
Baca Juga: Zakat Fitrah untuk Tokoh Agama Apakah Dibolehkan? Ini Penjelasan Berdasarkan Fiqih
Hal ini sebagaimana dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi NU Online, Sabtu (06/04/2024).
Fase pertama yang terjadi di bulan Ramadhan pada malam Lailatul Qadar, menegaskan keistimewaan dan keagungan Alquran serta Nabi Muhammad.
Alquran turun sekaligus ke langit dunia, menandai posisinya sebagai kitab terakhir dan Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir.
Fase ini juga menunjukkan bahwa Alquran berbeda dari kitab-kitab sebelumnya.
Baca Juga: Mudik Gratis PBNU 2024, Peserta Dapat Sembako hingga Alquran
Sementara itu, fase kedua turun secara bertahap menunjukkan kelembutan dan keteguhan hati Nabi Muhammad dalam menghadapi tantangan dan gangguan dari musuhnya.
Turunnya ayat-ayat secara berangsur-angsur memberikan pelajaran yang kontekstual dan merasuk ke dalam jiwa umat Islam serta memudahkan penghafalan, pemahaman dan penghayatan Alquran.
Ada enam hikmah dalam fase penurunan secara bertahap yang masing-masing memiliki keunikannya sendiri.
Hikmah tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Menguatkan Hati Nabi Muhammad
Penurunan ayat secara bertahap melindungi hati nabi dari gangguan musuh dan meneguhkan risalahnya di hadapan mereka yang menentangnya.
2. Melembutkan Hati Nabi saat Menerima Wahyu
Penurunan wahyu secara bertahap memberikan kesempatan bagi nabi untuk meresapi pesan-pesan Ilahi dengan lembut dan penuh penghayatan.
3. Pensyariatan Hukum secara Bertahap
Alquran memberikan hukum-hukum dan perintah ibadah secara bertahap sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat pada masa itu.
Baca Juga: Menggali Hikmah dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Sebuah Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
4. Memudahkan Penghafalan dan Pemahaman Alquran
Penurunan ayat secara bertahap mempermudah penghafalan, pemahaman dan penghayatan Alquran bagi umat Islam pada masa itu yang belum mengenal tulisan dengan baik.
5. Menyesuaikan dengan Peristiwa yang Terjadi
Alquran memberikan hikmah dan petunjuk sesuai dengan peristiwa yang dialami Nabi Muhammad dan umat Islam pada masa itu.
6. Menunjukkan Alquran sebagai Kalam Ilahi yang Sempurna
Meskipun diturunkan secara bertahap, Alquran tetap merupakan kalam Allah yang sempurna tanpa cacat dan kekeliruan serta tetap terkait erat satu sama lainnya.
Dengan memahami keenam hikmah ini, umat Islam dapat semakin mendalami makna dan pesan yang terkandung dalam Alquran serta mengambil pelajaran yang berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.***
Share this article
Berikut ini enam hikmah dalam fase turunnya Alquran pada Nabi Muhammad, apa sajakah? Simak di sini selengkapnya!