AYOJAKARTA.COM -- Mendengar istilah kota mati mungkin kita akan langsung teringat pada berbagai film Hollywood dengan latar kota yang mencekam.
Namun tahukah kamu bahwa di Indonesia juga terdapat beberapa kota dan kampung mati yang ditinggalkan penduduknya?
Pertama, kita mengenal Marina City yang terletak di Batam, Kepulauan Riau.
Marina City dahulu ramai karena menjadi pusat perjudian di Indonesia terutama pada malam hari.
Namun setelah pemerintah melarang judi, Marina City mulai sepi dan ditinggalkan.
Baca Juga: Bukan Hanya Ilmu Poltik, Ini Dia 6 Rekomendasi Jurusan Kuliah untukmu yang Suka Politik
Bangunan-bangunan klasik ala Eropa di sana kini terbengkalai, menciptakan suasana seperti Las Vegas-nya Indonesia.
Kemudian, ada kampung mati di Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Pada 2006, bencana longsor mengharuskan ratusan kepala keluarga meninggalkan pemukiman.
Meski sebagian besar penduduk telah direlokasi, beberapa keluarga memilih bertahan dan menjadikan kampung tersebut sebagai tempat bertani.
Baca Juga: 5 Kota di Indonesia yang Paling Aman Terkena Bencana Gempa dan Tsunami, Kota Kamu Termasuk?
Di Jawa Barat juga terdapat kompleks perumahan mewah bergaya Eropa yang terbengkalai di Lembah Halimun Perbawati, Sukabumi.
Bangunan-bangunan megah ini telah lama ditinggalkan pemiliknya dan kini terlihat seperti kota mati.
Meskipun terkesan horor, kompleks ini menarik minat untuk berbagai kegiatan termasuk selfie, foto prewedding dan latihan tempur pasukan TNI.
Baca Juga: 10 Kota Ternyaman yang Paling Cocok Ditinggali di Indonesia Berdasarkan IAP, Mana Saja?
Perumahan Karawang Baru yang terletak di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat juga menjadi salah satu kota mati.
Setelah Orde Baru tumbang pada 1998, pengelolaan perumahan ini mengalami masalah sehingga ditinggalkan begitu saja.
Bangunan-bangunan terbengkalai dan pepohonan beringin yang tumbuh menjadikan suasana perumahan semakin mencekam.
Di Sumatera Utara tepatnya di Desa Simacem, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo kini telah menjadi desa mati setelah terbakar oleh awan panas dari Gunung Sinabung pada 2015.
Desa yang dulunya subur sebagai sentra penghasil sayur-mayur kini hanya tinggal kenangan bagi warga.
Terakhir ada Dusun Cimeong di Desa Cilawung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang dikosongkan akibat bencana alam pada tahun 2016 dan 2017.
Pergeseran tanah yang parah membuat dusun ini terkenal sebagai kampung mati, di mana hanya puing-puing reruntuhan yang tersisa.
Kota-kota dan kampung-kampung mati ini menjadi saksi bisu dari berbagai tragedi alam maupun masalah sosial yang pernah terjadi.
Meskipun sunyi dan terbengkalai, mereka tetap menjadi bagian dari sejarah dan misteri yang mengelilingi Indonesia.***

Share this article
Berikut ini lima kota mati di Indonesia yang ditinggalkan penduduknya, kondisinya kini sunyi dan mencekam!