AYOJAKARTA.COM -- Apa itu Qadha puasa Ramadhan, dan kapan batas waktu meng-qadha puasa Ramadhan?
Apa hukumnya bagi mereka yang tidak meng-qadha puasa Ramadhan?
Artikel kali ini akan membahas mengenai qadha puasa Ramadhan dan hukum mengerjakannya.
Baca Juga: 6 Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2024, Salah Satunya Melunasi Hutang Puasa Tahun Lalu
Puasa di bulan suci Ramadhan merupakan puasa yang dijalankan selama satu bulan penuh, dan hukumnya wajib bagi umat muslim.
Namun, saat menjalankan puasa Ramadhan umat muslim pasti akan menghadapi beberapa halangan, dan tidak dapat menuntaskannya sampai selesai.
Bagi umat muslim yang mendapatkan halangan atau udzur sehingga terpaksa tidak berpuasa di bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan keringanan untuk menggantinya atau meng-qadha di hari lain.
Baca Juga: Belum Bayar Utang Puasa Ramadhan Bolehkah Puasa Sunnah? Begini Jawaban Tegas Buya Yahya
Qadha Puasa Ramadhan
Kata qadha adalah bentuk masdar berasal dari kata qadhaa yang artinya mematuhi atau melaksanakan. Menurut ilmu fiqih qadha sebagai pelaksanaan ibadah diluar waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam.
Sementara, menurut ahli ilmuan Arab mengungkapkan bahwa pada dasarnya kata qadha atau sama dengan kata ada yang artinya pelaksanaan ibadah pada waktu yang telah ditentukan.
Meskipun demikian, saat ini kata qadha telah membudaya dan menjadi baku dan berlaku dalam ilmu fiqih.
Namun, untuk membedakannya terdapat pada kata ada yang merupakan pelaksanaan suatu ibadah yang sudah ditentukan.
Baca Juga: RESMI! PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 11 Maret 2024, Lebaran Kapan?
Hukum Qadha Ramadhan
Dikutip dari lazharfa, menjalankan qadha puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi umat muslim yang tidak dapat menjalankan puasa di bulan Ramadhan.
Adapun waktu yang tepat untuk melakukan qadha puasa Ramadhan. Terdapat dua pendapat dari ulama mengenai qadha puasa Ramadhan.
Pendapat pertama dikemukakan oleh ulama Syafi'iyah, dalam kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah.
Menjelaskan bahwa batas pengganti puasa dapat dilakukan sampai datangnya bulan Ramadhan berikutnya.
Baca Juga: Awal 1 Ramadhan Jatuh pada Tanggal Berapa? Muhammadiyah: 11 Maret 2024
Sementara, untuk pendapat kedua yang dikemukakan oleh ulama Hanifiyah menyebutkan bahwa tidak ada batas akhir untuk mengganti qadha puasa Ramadhan.
Artinya puasa Ramadhan dapat diganti kapanpun baik setelah ditinggalkan bulan Ramadhan, maupun tahun-tahun berikutnya.
Pendapat ini sesuai dengan kitab Al-Jami’il Ahkam Ash-Shiyam, di halaman 122 yang dituliskan oleh Imam Abu Hanifah yang berkata.
“Kewajiban mengqadha puasa Ramadhan adalah kewajiban yang lapang waktunya tanpa adanya batasan waktu tertentu, walaupun sudah masuk Ramadhan berikutnya."
Jika merujuk dari dua pendapat tersebut meng-qadha puasa Ramadhan merupakan hal yang wajib, dan alangkah lebih baik untuk segera dilakukan di bulan lain selain bulan Ramadhan.***

Share this article
Apa itu Qadha puasa Ramadhan, dan kapan batas waktu meng-qadha puasa Ramadhan? Simak penjelasannya di sini.