AYOJAKARTA.COM - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1445 jatuh pada 11 Maret 2024.
Hal tersebut berdasarkan data dan kesimpulan sebagaimana dimuat dalam Hasil Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merupakan lampiran dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah didasarkan pada “hisab hakiki” dengan kriteria “wujudul-hilal”.
Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tersebut dikeluarkan di Yogyakarta pada 29 Desember 2023.
Baca Juga: Pilpres 2024: Alat Peraga Kampanye Kembali Makan Korban, Salah Siapa?
Hasil perhitungan menggunakan metode "Hisab Hakiki" dengan mempertimbangkan terbenamnya Matahari dan tinggi Bulan dihitung berdasarkan marjak Yogyakarta dengan koordinat tertentu.
Metode "Hisab Hakiki" adalah suatu pendekatan yang mengandalkan gerak sebenarnya dari benda langit, terutama Matahari dan Bulan.
Perhitungan posisi Bulan dalam metode ini dilakukan secara akurat untuk mencerminkan gerak dan posisi Bulan sebagaimana adanya.
Istilah "wujudul-hilal" digunakan untuk merujuk pada situasi ketika Matahari telah terbenam, tetapi Bulan belum.
Dengan kata lain, terbenamnya Bulan tertunda dari terbenamnya Matahari, dan secara geometris, posisi Bulan masih di atas ufuk, tidak peduli seberapa tinggi.
Dalam konsep hisab hakiki untuk menetapkan tanggal 1 bulan baru Kamariah, tiga kriteria harus terpenuhi secara bersamaan:
1. Terjadi ijtimak (konjungsi) antara Bulan dan Matahari.
2. Ijtimak terjadi sebelum terbenamnya Matahari.
3. Ketika Matahari terbenam, Bulan belum terbenam atau masih berada di atas ufuk.
Jika ketiga kriteria ini terpenuhi, maka "hilal sudah wujud," dan bulan baru Kamariah dianggap dimulai sejak terbenamnya Matahari pada hari tersebut.
Sebaliknya, jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, maka "hilal belum wujud," dan bulan baru Kamariah akan dimulai pada terbenamnya Matahari berikutnya setelah ketiga kriteria terpenuhi.
Pada ijtimak menjelang bulan Ramadhan 1445 H, terjadi pada hari Ahad Legi, 29 Syaaban 1445 H, yang bertepatan dengan 10 Maret 2024 M, pukul 16:07:42 WIB.
Ijtimak ini terjadi secara serentak di seluruh muka Bumi, hanya jamnya bervariasi tergantung pada lokasi masing-masing.
Misalnya, jika dihitung berdasarkan Waktu Indonesia Barat (WIB), maka ijtimak terjadi pukul 16:07:42, yang setara dengan pukul 12:07:42 Waktu Arab Saudi (WAS) karena selisih waktu antara WIB dan Arab Saudi adalah 4 jam.
Dengan terpenuhinya kriteria pertama, kemudian dilakukan pengujian terhadap kriteria kedua dan ketiga.
Kriteria kedua dapat dengan mudah diketahui karena ijtimak terjadi sebelum terbenamnya Matahari pada hari dan tanggal tersebut.
Terbenamnya Matahari di Yogyakarta pada hari itu terjadi pukul 17:55:25 WIB.
Dengan terpenuhinya ketiga kriteria, ditetapkanlah tanggal 1 Ramadhan 1445 H dimulai pada saat terbenamnya Matahari pada tanggal 10 Maret 2024.
Konversi dengan kalender Masehi menunjukkan bahwa bulan baru Kamariah dimulai pada tanggal 11 Maret 2024 untuk seluruh wilayah Indonesia.

Share this article
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1445 jatuh pada 11 Maret 2024. Menggunakan hisab Majelis Tarjih