AYOJAKARTA.COM - Perayaan hari raya Idul Fitri kerap menjadi momen bagi tiap individu untuk saling meminta dan memberikan maaf satu sama lain.
Melalui tindakan saling memberi dan meminta maaf yang rutin dilakukan saat datang Idul Fitri, hubungan antar individu menjadi lebih dekat dan semakin mengikat.
Meski saling memberi dan meminta maaf sangat baik bagi hubungan antar pribadi atau sosial, kemeriahan dan keceriaan Idul Fitri sering membuat banyak orang lupa hal esensial.
Adapun hal esensial dan bahkan krusial yang seringkali terabaikan karena berbagai distraksi situasional adalah meminta dan memberi maaf kepada diri sendiri secara lebih personal.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut dan Badan Secara Alami dengan Makanan Sehat ala dr Zaidul Akbar
Akibat mengabaikan eksistensi Diri Sendiri, kekuatan relasi sosial cenderung tidak sejalan dengan kondisi dalam diri yang justru rapuh dan bahkan lemah secara emosional.
Untuk lebih mengenali kualitas hubungan dengan Diri Sendiri, berikut adalah perilaku yang dianggap normal namun sebenarnya merupakan tanda kerapuhan emosional.
Karena terbiasa disalahkan atau dihujani rasa bersalah sejak kecil, tanda lemah emosional pertama adalah sering meminta maaf secara berlebihan.
Tanda kedua individu lemah secara emosional adalah kesulitan untuk bisa menatap mata orang lain, yang muncul sebagai cermin rasa takut atau kuatnya perasaan tidak layak.
Baca Juga: Catat 3 Faktor Utama Penentu Kelulusan PPPK Tahap 2 2024, Siapkan dari Sekarang
Akibat kecenderungan mencari validasi eksternal dan rasa takut akan penolakan dan pengabaian, tanda lemah emosional ketiga adalah menjelaskan diri secara berlebihan.
Sebab masih diselimuti rasa takut akan kegagalan dan penghakiman eksternal, tanda keempat individu yang lemah emosional adalah tidak berani mencoba hal baru.
Tanda selanjutnya individu dengan emosional lemah adalah kecenderungan menyetujui dan mengikuti serta takut berkata tidak atas ajakan orang lain.
Perasaan ragu menentukan sikap yang tercermin lewat perilaku selalu menyenangkan orang lain, umumnya disebabkan karena takut konflik, kritik, disalahkan dan pengabaian.
Tanda keenam individu lemah emosional adalah kecenderungan untuk selalu menghindari konflik dengan orang lain tetapi berani menyiksa dan melukai diri sendiri.
Muncul karena rasa kepercayaan diri rendah sehingga melahirkan ketergantungan sosial, tanda ketujuh individu lemah emosional adalah selalu butuh didampingi dan diyakinkan.
Adapun tanda kedelapan dari individu dengan kualitas emosional lemah adalah sulit untuk meminta bantuan yang memang benar-benar dibutuhkan untuk keselamatan Diri Sendiri.
Sikap dan keinginan menjadi pahlawan atau kemandirian diri yang berlebih, meski terlihat sempurna di permukaan namun bisa jadi merupakan cara menutupi kekosongan diri.
Guna mencapai kualitas fitri yang lebih mendalam, pastikan selalu menyediakan waktu dan ruang untuk saling memberi dan meminta maaf kepada Diri Sendiri. ***
Share this article
Sosok yang paling layak dimintai dan memberikan maaf saat Idul Fitri, siapa? Simak penjelasannya di sini.