AYOJAKARTA.COM - Sebagian masyarakat di Indonesia pasti bertanya-tanya Lebaran Haji atau Idul Adha di tahun 2023 ini akan jatuh di tanggal berapa.
Apalagi sebelumnya penetapan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia berbeda antara pemerintah dengan Muhammadiyah.
Sehingga masyarakat pun bertanya-tanya kepastian tanggal Lebaran Haji 2023 ini, terlebih pemerintah juga belum menggelar sidang isbat untuk menentukan peringatan Idul Adha 1444 Hijriah.
Terkait dengan tanggal peringatan Idul Fitri, sebenarnya sudah ada perkiraan seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
Baca Juga: GEGER! Jamaah Haji Lansia Mendadak Minta Turun dari Pesawat, Alasannya Bikin Kaget
Yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi.
Surat Keputusan Bersama tersebut memuat peringatan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2023.
Berdasarkan SKB tersebut, Idul Adha 1444 Hijriah jatuh pada Kamis 29 Juni 2023 atau 10 Zulhijah 1444 H menurut kalender Islam.
Namun mendekati tanggal tersebut, pemerintah akan melakukan sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Adha di Indonesia.
Baca Juga: Tiba di Makkah, Jemaah Haji Langsung Umrah
Makna dan sejarah Idul Adha sehingga identik dengan Lebaran Haji atau Hari Raya Kurban
Penyebutan Lebaran Haji tidak terlepas dari umat Islam di seluruh dunia yang melaksanakan ibadah Haji di tanah suci bertepatan dengan Idul Adha.
Sehari sebelumnya yakni pada 9 Zulhijah para jemaah haji melaksanakan wukuf atau berdiam diri di Padang Arafah untuk berdoa dan berzikir hingga matahari terbenam.
Selanjutnya jamaah haji menuju ke Muzdalifah untuk bermalam di sana.
Sementara bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji disunahkan untuk berpuasa Arafah.
Kenapa Idul Adha sering disebut Hari Raya Kurban?
Idul Adha sering disebut Hari Raya Kurban karena di saat hari raya tersebut identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Kementerian Agama pada Senin (5/6/2023), menyembelih hewan kurban hukumnya adalah sunah muakadah bagi umat Islam yang sudah baligh, berakal dan mampu.
Jadi Idul Adha bisa diartikan sebagai kembali berkurban atau hari raya penyembelihan hewan kurban.
Adapun sejarah penyembelihan hewan kurban dalam Islam berasal dari kisah Nabi Ibrahim dan juga putranya yakni Nabi Ismail.
Pada saat itu, Allah SWT menguji keimanan Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih putranya yang tidak lain adalah Nabi Ismail.
Padahal pada saat itu Nabi Ibrahim telah lama menantikan kelahiran seorang anak untuk waktu yang lama.
Namun karena Nabi Ibrahim merupakan seorang hamba yang patuh sehingga tetap menaati perintah dari Allah SWT.
Melihat ketakwaan dan kesetiaan Nabi Ibrahim, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan domba ketika proses penyembelihan.***

Share this article
Berikut ini makna dan sejarah Idul Adha hingga identik dengan Hari Raya Kurban, ternyata berasal dari Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail.