AYOJAKARTA.COM – Perjuangan berat menahan hawa nafsu bagi umat Islam yang beriman pada bulan Ramadan ditutup dengan perayaan Idul Fitri.
Selain sebagai sebuah isyarat akan datangnya hari kemenangan, Idul Fitri juga banyak dimaknai dengan kebahagiaan atas diraihnya kesucian diri.
Meski sudah berulang kali mengalami dan merasakan perayaan ini, tidak banyak umat muslim yang mengerti sejarah Idul Fitri.
Untuk dapat mengetahui riwayat datangnya hari suci dan kemenangan tersebut, berikut ini merupakan sejarah peristiwa Idul Fitri.
Jauh sebelum kelahiran Baginda Rasulullah SAW, masyarakat Jahiliyah telah mengenal dua macam hari raya yang pelaksanaannya banyak diisi dengan bersenang-senang.
Setiap kali datang hari raya Nairuz dan Mahrajan, masyarakat jahiliyah akan mengisinya dengan tarian, hidangan dan minuman memabukkan.
Hari raya Nairuz serta Mahrajan yang menjadi kebanggan masyarakat jahiliyah merupakan warisan dari kebudayaan Persia Kuno.
Pada tahun kedua hijriah usai datang perintah untuk berpuasa, Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan Abu Daud dan Nasai.
“Sesungguhnya Allah SWT mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha,”
Di tahun yang sama, selepas melakukan peperangan Badar, umat muslim untuk pertama kalinya merayakan hari raya Idul Fitri.
Dalam pertempuran yang diikuti oleh sebanyak 313 pengikut Rasulullah SAW, kaum muslim atas izin Allah SWT berhasil mengalahkan sebanyak 950 tentara kafir Quraisy.
Saat itu, Rasulullah SAW dan para sahabat merayakan dua kemenangan sekaligus, yakni keberhasilan mengalahkan kaum kafir di perang Badar.
Selain itu umat muslim juga memenangkan pertempuran besar lainnya, yaitu menaklukkan hawa nafsu setelah sebulan berpuasa.
Ketika berangkat perang, para tentara kaum muslim kerap mengucapkan kalimat Allahummaj’alna minal ‘aidin walfaizin.
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali dari Perang Badar dan mendapatkan Kemenangan,”
Dari ungkapan lawas tersebut, pengikut Islam saat ini juga kerap mengucapkan kalimat Minal ‘Adidin Wal Faizin ketika berlebaran.
Ketika melakukan pelaksanaan sholat Ied pertama kalinya usai berperang, Baginda Rasulullah SAW diriwayatkan sampai harus bersandar kepada Bilal RA ketika berkutbah.
Di hari itu, para kaum muslim yang mendapatkan kemenangan saling mengucapkan kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah SWT menerima ibadah kita semua.
Kalimat tersebut kemudian berevolusi menjadi Taqabbalallahu minna wa minka yang artinya Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal kalian.
Menurut Ibnu Katsir, pada hari Ied yang pertama Rasulullah SAW pergi meninggalkan masjid menuju tanah lapang untuk melaksanakan sholat.
Demikian sejarah awal Idul Fitri yang dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 23 April 2023 dari kanal Youtube Askamza Channel.***

Share this article
Meski sudah berulang kali mengalami dan merasakan perayaan ini, tidak banyak umat muslim yang mengerti sejarah Idul Fitri.