AYOJAKARTA.COM - Berbagai tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri atau lebaran biasa dilakukan oleh masyarakat, termasuk di Indonesia.
Salah satu tradisi yang juga sering dilakukan adalah berbagi makanan kepada keluarga, kerabat atau teman.
Siapa sangka, tradisi berbagai makanan jelang Idul Fitri ini ternyata sudah ada sejak abad ke-16.
Makanan yang dibagikan biasanya berupa kue kering, bekal mudik dalam bentuk hampers yang dibagikan kepada orang terdekat.
Baca Juga: Mengintip Misteri Tanda Bulan Sabit dan Huruf M di Telapak Tangan, Kunci Energi Kosmis
Bahkan hal ini juga dilakukan oleh orang-orang non muslim loh.
Dikutip dari akun Instagram @gnfi (Good News From Indonesia), Rabu (26/3/2025) tradisi berbagi ini sudah ada sejak masa kerajaan abad ke-16.
Diceritakan bahwa masyarakat zaman dulu memiliki tradisi memberikan hantaran hasil bumi untuk raja.
Kemudian saat sang raja mengadakan pesta panen, hasil olahan dan makanan yang ada akan dibagikan kepada rakyat.
Baca Juga: Catat! Begini Aktivasi dan Login ASN Digital dengan MFA di Platform BKN, Ikuti Langkah Berikut
Di sisi lain, juga ada tradisi membalas hantaran yang dilakukan oleh masa kolonial.
Saat itu, hantaran untuk lebaran dibagikan dengan menggunakan wadah rantang.
Nantinya orang yang menerima tentu akan mengembalikan rantang tersebut dengan makanan lain.
Selain itu, hampers dalam bentuk kue kering juga sudah mulai dikenal pada masa kolonial.
Bingkisan atau hampers kue kering itu diberikan oleh keluarga Eropa kepada keluarga primbumi priyayi.
Kue kering yang dibagikan mulai dari kastengel, nastar, lidah kucing dan putri salju.
Kue kering tersebut dikemas cantik dalam toples.
Hingga kini pun tradisi hampers atau bingkisan masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam bentuk kue kering, makanan hingga barang.***
Share this article
Berikut adalah sejarah dari tradisi berbagi hampers saat lebaran atau hari raya Idul Fitri, sudah ada sejak abad ke 16.