AYOJAKARTA.COM - Dalam melaksanakan ibadah puasa hendaklah untuk sahur.
Adapun sahur tidaklah wajib dan bukan syarat sahnya puasa, namun saat berniat untuk puasa dianjurkan untuk sahur.
Anjuran itu sesungguhnya telah diterangkan di dalam banyak hadits seperti yang demikian.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Membangunkan Sahur Pakai Toa Masjid? Begini Penjelasan Lengkap Menurut Buya Yahya!
"Umatku berada dalam kebaikan selama berbuka dan mengakhirkan sahur," (HR. Ahmad).
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube @jbrchannel7006, ditafsirkan pada kata 'mengakhirkan sahur' dapat diartikan untuk makan sahur di sepertiga terakhir malam.
Diriwayatkan juga dari Anas bin Malik RA, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Bersahurlah karena dalam makanan sahur terdapat keberkahan," (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh Karena itu, Ibnul Mundzir rahimahullah mengatakan, bahwa para ulama sepakat (Ulama ijma) sahur hukumnya dianjurkan. (AL-Ijma, hal 49).
Terkait sahur pula, Rasulullah Muhammad SAW pernah memberikan dua anjuran dalam menjalankan ibadah puasa kepada umat islam.
Baca Juga: STOP! Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan
Pertama, yakni untuk mengakhirkan waktu sahur atau menjelang imsak. Kedua, yakni untuk menyegerakan waktu berbuka usai mendengar kumandang adzan Magrib.
Selain itu, perlu kamu ketahui ada pula anjuran-anjuran Rasulullah lainnya yang perlu kamu perhatikan berikut ini dilansir dari kanal YouTube @Jendela_Dunia_Kita:
1. Jangan melewatkan waktu sahur
2. Sahur di akhir waktu.
3. Jangan makan dan minum berlebihan.
4. Makanlah 3 butir kurma.
5. Jangan tidur setelah sahur.***

Share this article
Rasulullah menganjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur atau menjelang imsak dan menyegerakan berbuka usai mendengar azdan magrib.