AYOJAKARTA.COM - Minggu 9 April 2023, umat Kristiani di Indonesia akan memperingati Hari Paskah.
Momen Paskah tahun ini mempertemukan orang-orang Kristen dengan tradisi Paskah Yahudi dan penting untuk memahami perbedaan dan makna rohani keduanya.
Dalam video YouTube Pendeta Esra Soru yang dikutip ayojakarta.com pada Kamis (6/4/2023), dijelaskan beberapa perbedaan yang menarik antara Paskah Yahudi dan Kristen.
Menurut Pendeta Esra Soru, Paskah Yahudi merayakan keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir sementara Paskah Kristen merayakan kebangkitan Kristus dari kematian.
Namun, ada makna rohani dalam kedua tradisi ini yang bisa memberikan inspirasi bagi kehidupan Kristen.
Pendeta Esra Soru menjelaskan bahwa kata "pasca" tidak muncul dalam Alkitab Kristen dan semua perayaan Paskah adalah merujuk pada Paskah Yahudi.
Baca Juga: Jadwal Lengkap dan Ketentuan Misa Paskah 2023 di Gereja Katedral Jakarta, Simak Informasinya di Sini
Namun dalam kitab Yohanes, ayat-ayat yang berbicara tentang Hari Raya Paskah dan Paskah orang Yahudi menunjukkan bahwa Paskah Yahudi sangat penting dalam sejarah Gereja Kristen.
"Jika saudara mencari kata paskah dalam Alkitab mulai perjanjian baru dan perjanjian lama kata paskah muncul dalam 75 ayat dan 28 ayat ada di pejanjian baru tapi jika kita lihat kata paskah tersebut tidak ada kaitannya dengan paskah Kristen semuanya Paskah Yahudi," ungkap Pendeta Esra Soru.
Paskah Yahudi dirayakan pada bulan pertama dalam kalender Yahudi yang diulang dalam Keluaran 16 ayat 1 dan disebut sebagai bulan Abib.
Selain itu, tradisi Paskah Yahudi melibatkan penyembelihan anak domba Paskah, di mana darahnya harus ditaburkan di ambang pintu untuk menandai perlindungan Tuhan terhadap orang Israel dari kematian.
Baca Juga: Dianggap Lebih Penting Dari Perayaan Natal, Ini Sejarah Lahirnya Istilah Paskah!
Sementara itu, tradisi Paskah Kristen melibatkan perayaan kebangkitan Kristus yang terjadi setelah ia disalibkan dan dimakamkan pada Hari Jumat.
Paskah Kristen dirayakan pada Hari Minggu setelah bulan purnama pertama di musim semi.
Perayaan ini menandai kemenangan Kristus atas kematian dan dosa serta memberikan makna rohani bagi umat Kristen.
Pendeta Esra Soru juga membahas makna rohani yang dapat dipetik dari perayaan Paskah Yahudi bagi kehidupan Kristen.
Salah satunya adalah pentingnya makan roti tanpa ragi untuk mengingatkan kita akan kesengsaraan orang-orang Israel saat mereka meninggalkan Mesir dengan cepat.
Selain itu, ketika orang Yahudi merayakan Paskah, mereka harus duduk dalam keadaan tegang dengan sepatu, ikat pinggang dan tongkat karena harus siap meninggalkan Mesir dengan cepat.
Setelah merayakan Paskah, mereka merayakan kebebasan dengan makan roti tanpa ragi dan tidur dengan santai.
"Dengan perayaan Paskah tahun ini, kita diingatkan tentang makna rohani dari perayaan-perayaan ini dan bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan kita," ungkap Pendeta Esra Soru.***

Share this article
Berikut perbedaan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen menurut Pendeta Esra Soru, anda wajib tahu agar paham.