AYOJAKARTA.COM -– Hiasan telur dengan aneka warna dan pola, menjadi salah satu ornamen paling kentara dalam perayaan Paskah.
Dalam pola peribadatan umat Kristen, Paskah merupakan salah satu perayaan terpenting dalam liturgi gereja.
Bagi penganut Kristen, perayaan Paskah diidentikkan dengan Yesus yang oleh Paulus disebut sebagai “Anak Domba Paskah”.
Hingga saat ini, jemaat Kristen mempercayai bahwa Yesus mengalami kematian setelah disalib, lalu dikuburkan.
Kemudian tepat pada hari ketiga kematiannya, Yesus bangkit diantara orang-orang yang telah mati.
Dalam gereja Kristen, hari perayaan Paskah merupakan salah satu perayaan tertua di dalam kalender perayaannya.
Selain itu, Paskah juga merupakan sebagai penghubung antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru.
Baca Juga: Bantah Tudingan Terlibat TPPU dengan Rafael Alun, Raffi Ahmad: Saya Nggak Kenal, Tapi...
Karena dianggap sangat penting, oleh Paus Leo Agung (440-461) menekankan pentingnya Paskah dengan menyebut Festum Festorum.
Festum Festorum adalah perayaan dari semua perayaan, bahkan Natal dirayakan untuk mempersiapkan datangnya perayaan Paskah.
Kebangkitan Yesus dari kematian itulah yang kemudian menjadi peristiwa paling sakral dan menjadi alasan mendasar diperingatinya hari Paskah.
Baca Juga: TOK! AG Dituntut 4 Tahun Penjara, Penasihat Hukum David Ozora : Keluarga Apresiasi Atas Tuntutan JPU
Sebagaimana yang tercatat dalam Injil di Perjanjian Baru, perayaan hari Paskah juga dikenal dengan istilah Minggu Paskah, Hari Kebangkitan atau Minggu Kebangkitan.
Dalam kalender atau liturgi gereja, datangnya hari Paskah ditandai dengan lini waktu yang disebut dengan masa Paskah.
Yaitu waktu perayaan selama 40 hari yang dihitung sejak Minggu Paskah, atau puncak dari Pekan Suci sampai dengan hari Kenaikan Yesus.
Namun saat ini, perayaan 40 hari telah mengalami pergeseran menjadi 50 hari atau disesuaikan dengan hari Pentakosta.
Hari Pentakosta atau hari kelima puluh setelah paskah, bagi umat Kristen diyakini sebagai peristiwa turunnya Roh Kudus.
Menurut tradisi Sinoptik, paskah merujuk pada perjamuan kudus yang didasari dengan perjamuan malam atau perpisahan Yesus dengan para muridnya.
Sebelum kematiannya, Yesus telah memberikan makna baru bagi adanya paskah Yahudi dengan memakai roti dan Anggur.
Baca Juga: Viral Aksi Jagal Mbah Slamet, Dukun Palsu Penggandaan Uang Banjarnegara, Ini Kata Kriminolog UI!
Roti merupakan lambang tubuh dan Anggur merupakan lambang dari darah Yesus, yang menjadi lambang Yesus sebagai korban Paskah.
Kematian Yesus bertepatan dengan waktu berkurban domba-domba paskah Yahudi yang dilakukan di Kenisah atau Bait Allah.
Oleh Rasul Yohanes dan Paulus, kematian Yesus kemudian dianggap sebagai penggenapan Paskah Perjanjian Lama.
Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus ini, kemudian diperkenalkan dengan menggunakan istilah Paskah dan literasi Kristen.
Demikian sejarah lahirnya Paskah yang dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 6 April 2023 dari kanal Youtube #aku katolik. ***

Share this article
Simak selengkapnya sejarah tentang Hari Paskah yang dianggap lebih penting dibandingkan dengan Hari Raya Natal. Baca langsung di sini!