AYOJAKARTA.COM - Berpuasa adalah bukan hanya menahan lapar dan dahaga di siang hari hingga datangnya waktu berbuka.
Akan tetapi selama berpuasa juga harus menjaga diri dari segala hal yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa.
Sebagaimana Buya Yahya menjelaskan ada hal-hal yang tidak membatalkan puasa tapi mengurangi pahala puasa.
"Ada hal yang tidak membatalkan puasa, akan tetapi dia menjadikan hilangnya pahala puasa, sehingga seorang hamba yang berpuasa itu tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga," ungkap Buya Yahya dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Buya Yahya menjelaskan bahwa rukun puasa bukan hanya puasa secara dzohir, tapi juga puasa batin menjaga sesuatu yang membatalkan puasa.
"Rukun puasa sudah jelas itu puasa dzahir, akan tetapi ada puasa batin, dan Nabi menyebutkan tentang puasa batin maknanya menjaga sesuatu yang menjadikan hilangnya pahala," jelas Buya Yahya.
Adapun yang dapat menghapus pahala puasa, Buya Yahya menjelaskan bisa dari perilaku-perilaku yang dilakukan selama berpuasa.
Baca Juga: Penuh Tangis! Sidang AG Jadi Ajang Saling Serang Para Tersangka Penganiayaan David Ozora
"Bisa jadi pahala ini terhapus karena perilaku-perilaku atau perbuatan yang tidak kita sadari,baginda Nabi SAW menyebutkan hadits dari Abu Hurairah ra," jelas Buya Yahya.
"Rasulullah SAW bersabda Assiyamu Junnah, Hendaknya namanya puasa itu bisa menjadi benteng, bisa menjadi tameng agar kita tidak masuk dalam kesalahan, kemaksiatan, dosa dan neraka, dan hendaknya seperti itu dan kita sadar," sambungnya.
Secara lugas Buya yahya menyampaikan bahwa selama berpuasa harus menghindari perkataan yang dapat menimbulkan pertikaian atau permusuhan.
"Kalau kita berpuasa hendaknya menghindari dari kalimat-kalimat yang kotor, jorok, membangkitkan syahwat, menimbulkan pertikaian, menjadikan orang bermaksiat," jelas Buya Yahya.
"Melakukan sesuatu yang tidak pernah kita renungkan padahal akibatnya itu membahayakan sekali, kalimat yang menjadikan sebab orang bermusuhan," sambungnya.
Buya Yahya menyampaikan puasa akan tetap sah meski ada perkataan kotor yang terucap, karena secara dzohir tidak makan dan minum.
"Dan didalam kita berpuasa hendaknya puasa kita itu menjadikan kita waspada menjaga lisan kita ngomong kotor naudzubillah, memang puasanya tetap sah," jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Temui Presiden FIFA Lagi, Ini yang Erick Thohir Bawa untuk Harapan Sepak Bola Indonesia, Apa Itu?
"Secara dzahir tidak makan tidak minum, tapi dia ngomongnya kotor, ngomong jorok, belum lagi ngomong yang menggunjing orang, mencaci orang, meremehkan orang," sambungnya.
Melalui perkataan kotor yang terucap menurut Buya Yahya itu dapat menghapus pahala puasa dan kadang semua itu dilakukan tanpa sadar.
"Kadang ini tidak disadari tapi menjadikan pahala itu hapus, begitu pentingnya kita menjaga lisan kita agar kita tidak mengutuk," ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menyampaikan ada lafadz yang harus diucapkan saat kita mendapat cacian dan makian dari orang lain.
Baca Juga: Wajib Tahu! Hukum Mencicipi Masakan ketika Puasa, Ini Kata Buya Yahya: Boleh, Asalkan…
"Disaat kita dizalimi sekalipun, jika seseorang itu diganggu, disakiti oleh seseorang, atau saya tak mau dicaci oleh seseorang maka jangan membalas dengan cacian," tutur Buya Yahya.
"Hendaknya dia menjawab 'inni shoimun' dua kali, harus dengan kekhusuan, inni shoimun yang pertama adalah memberitahu tentang diri kita sendiri, inni shoimun aku puasa maka jangan balas dengan caci maki," sambungnya.
Menurut Buya Yahya, dengan mengucap Inni Shoimun memberitahukan kita sedang berpuasa dan jangan saling memaki, karena pada saat berpuasa dapat menghilangkan pahalanya.
"Inni shoimun beritahu dia saya itu puasa tolong hentikan caci makimu, maknanya apa? kita harus menjaga dalam kondisi kita terpancing kita dengan kesalahan orang lain yang seharusnya kesalahan pada dia,
Buya Yahya menyampaikan bahwa dari emosi yang tidak tertahan dan terjadi caci maki akan menimbulkan hilangkan pahala puasa.
"Cuman gara-gara kita kebawa emosi, akhirnya kita menuruti emosi kita, kita terpengaruh dengan kesalahannya dia, dia mengolok, akhirnya caci maki terus hilanglah pahala kita,
Sebagaimana Buya Yahya menyampaikan hadist Nabi Muhammad SAW, mereka yang melakukan ibadah dibarengi dengan maksiat hanya pahala kebaikannya akan habis.
Baca Juga: KUR BRI 2023 Tidak Bisa Cair 100 Persen dan Pinjaman Tidak Bisa Diambil Semua? Bagini Penjelasannya
"Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, alangkah banyaknya orang berpuasa tidak ia dapatkan kecuali hanya lapar dan dahaga, dan alangkah banyaknya orang bangun ditengah malam yang ia dapat hanya capeknya begadang," ungkap Buya Yahya.
"Kenapa dia melakukan itu semua dibarengi dengan kemaksiatan yang menghabiskan pahala, jadi sebagian tidak sadar kadang melakukan kebaikan dibarengi kemaksiatan, harapannya adalah diterima kebaikannya tapi kemaksiatannya telah menghabiskan pahalanya, dapat apa dia?," sambungnya.***

Share this article
Buya Yahya berikan penjelasan soal berpuasa namun hilang pahalanya karena lakukan hal ini, hati-hati bisa jadi Anda termasuk