AYOJAKARTA.COM –- Salat Fardhu merupakan salah satu kewajiban yang harus kita kerjakan selama kita hidup di dunia.
Namun mendirikan salat bukanlah perkara yang mudah dilakukan jika memang hal itu tidak dibiasakan.
Beberapa alasan pun kerap kali melatarbelakangi begitu mudahnya umat Islam meninggalkan salat.
Baca Juga: Mengapa Kita Dianjurkan Salat Saat Gerhana? Ini Keutamaannya Menurut Ustaz Khalid Basalamah
Padahal ibadah yang sifatnya wajib ini harus diganti atau qadha pada waktu-waktu berikutnya jika memang pernah ditinggalkan.
Hal ini disampaikan oleh Habib Husein Jafar Al Hadar pada sebuah kajian yang diadakan pada salah satu program televisi dan diunggah pada akun Tik Tok @Noona Via (4/4/2023).
Bagaimana Cara Mengganti Salat Fardhu yang Pernah Kita Tinggalkan?
Habib Jafar mengatakan bahwa umat Islam yang meninggalkan salat harus menggantinya meskipun telah meninggalkannya dalam jangka waktu yang lama.
Beliau menyebutkan cara mengganti salat yang bahkan kita tidak dapat mengingat jumlah yang kita tinggalkan adalah dengan men double salat tersebut.
"Salat itu adalah kewajiban kalau ditinggalkan dia harus di-qadha berapapun jumlahnya mau sepuluh tahun mau dua puluh tahun harus di-qadha," ucap Habib Jafar.
"Nha, caranya kalau memang terlalu banyak kata Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad setiap salat di double, jadi satu shalat wajib hari itu plus qadha-nya," lanjutnya.
Habib Jafar pun mencontohkan tata cara mengqadha shalat beserta dengan niatnya.
"Jadi misalnya salat Ashar, salat Ashar yang wajib hari itu, kemudian satu salat Ashar untuk mengqadha, niatnya Qadha salat, dan itu harus semua yang kita tinggalkan itu di-qadha," ucap Habib Jafar.
Selain itu, saat seorang bertanya bagaimana kita tahu apakah salat yang kita qadha telah memenuhi jumlahnya?
Habib Jafar mengatakan bahwa hal tersebut harus kita ingat, jika tidak maka kita harus mendouble salat kita seumur hidup.
"Makanya kita harus inget-inget kira kira berapa tahun ya, kemudian dihitung, kalau enggak ya seumur hidup kita tiap shalat dua kali, karena shalat itu adalah sesuatu yang utama dalam islam," ucap Habib Jafar.
"Karena kalau puasa kita masih bisa nggak puasa karena entah itu sakit yang parah halangan dan lain sebagainya, atau bahkan yang memang cuma bayar fidyah aja kaya orang tua yang gak bisa puasa bayar fidyah, kemudian haji bagi yang mampu, zakat bagi yang mampu tapi kalau shalat mau kita apapun keadaannya mau miskin mau sakit bahkan udah nggak bisa apa-apa bahkan harus bisa salat pakai hati," lanjutnya.
"Kalau udah nggak bisa salat pakai hati baru tuh dishalatin karena udah mati biasanya," lanjutnya lagi.***(Ardiany Fitri Sholekah)

Share this article
Padahal ibadah yang sifatnya wajib ini harus di ganti atau di qadha pada waktu-waktu berikutnya jika memang pernah ditinggalkan.