AYOJAKARTA.COM - Empat hari sudah umat Muslim menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan.
Di bulan Ramadan ini, umat Muslim diwajibkan untuk puasa selama 30 hari.
Ramadan merupakan bulan suci dan momentum bagi umat Muslim untuk lebih dekat dengan Allah SWT.
Baca Juga: Menambah Kesempurnaan Ibadah di Bulan Ramadan, Ini 10 Amalan Sunnah dalam Berpuasa Menurut Ulama
Sebab, di bulan Ramadan ini Allah SWT akan melipatgandakan pahala kita.
Puasa di bulan Ramadan dilakukan mulai terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.
Kewajiban puasa sendiri tercantum dalam firman Allah yang berbunyi:
Baca Juga: Catat dan Amalkan Doa Hari ke-4 Bulan Ramadan, Kekuatan untuk Bersyukur
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Lantas dari mana asal-usul nama Ramadan di bulan mulia bagi umat Islam ini?
Dilansir AyoJakarta.com dari laman islam.nu.or.id kata 'Ramadan' diambil dari kata 'ramidla'.
Kata itu memiliki arti panas.
Kemudian, para ulama kala itu menjadikan makna panas pada kata Ramadan dan diartikan membakar atau menghapus dosa-dosa orang yang berpuasa di bulan itu.
Baca Juga: Jadikan Ramadan Terbaik dengan Melakukan Amalan-Amalan Berikut ini Menurut Ustaz Abdul Somad
Hal tersebut berlandaskan dari hadits Rasulullah dan beberapa pendapat para ulama, di antaranya sebagai berikut:
Imam al-Mawardi, dalam salah satu kitabnya menjelaskan, alasan itu karena bulan Ramadan adalah bulan pembakaran dosa.
Dalam riwayat Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:
Baca Juga: 4 Syariat dan Hikmah Puasa Sebulan Penuh di Bulan Ramadan, Bisa Jadi Materi Ceramah Malam Ini
"Dan sungguh, Anas bin Malik telah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw telah berkata: Sesungguhnya, dinamakan Ramadan karena karena membakar dosa."
Sementara itu Imam Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairami al-Mishri dalam kitabnya juga menyebutkan di balik alasan penamaan Ramadan adalah karena bulan tersebut bisa menghilangkan semua dosa-dosa yang ada diri orang berpuasa.
Namun ada beberapa alasan lain yang ternyata melatarbelakangi penamaan tersebut.
Baca Juga: Amalan Sebelum Buka Puasa yang Dianjurkan dan Baik Dilakukan Selama Bulan Ramadan, Apa Saja?
Dalam kitabnya disebutkan,"Sesungguhnya, (dinamakan Ramadhan) karena menghilangkan dosa-dosa, atau membakar (dosa-dosa). Dikatakan (menurut satu pendapat), karena hati menerima panasnya nasihat (mauidzah). Dikatakan (pula), dinamakan Ramadhan karena masyarakat terdahulu ketika memberi nama pada bulan-bulan dengan bahasa terdahulu, mereka menamakan bulan dengan musim yang bertepatan pada bulan tersebut, dan Ramadhan bertepatan dengan musim panas.” (Imam Bujairami, Hasiyah al-Bujairami ‘alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 1995], juz XII, halaman 43).***

Share this article
Ramadan berasal dari kata 'ramidla' yang artinya panas, sehingga bisa diartikan sebagai membakar atau menghapus dosa-dosa manusia yang puasa