AYOJAKARTA.COM -– Dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan, masyarakat akan sering mendengar istilah Nisfu Syaban.
Meski istilah ini sering terdengar di telinga masyarakat, namun tidak sedikit yang belum mengetahui apa makna dibalik istilah Nisfu Syaban.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah penjelasan dan amalan atau perbuatan-perbuatan yang baik dilakukan pada malam Nisfu Syaban.
Nisfu memiliki arti separuh atau setengah sedangkan Syaban adalah nama salah satu bulan di kalender Hijriah yang berisi 30 hari.
Dengan acuan tersebut, Nisfu Syaban berarti malam pertengahan di bulan Syaban atau malam tanggal 15 pada bulan Syaban.
Pada malam Nisfu Syaban adalah malam pemutihan dosa yang bertepatan dengan datangnya bulan purnama.
Dalam satu riwayat, baginda Rasulullah SAW pernah suatu malam keluar dari dalam rumah hingga membuat Aisyah R A, istri Rasulullah merasa ganjil dan cemburu.
Baca Juga: Malam Ini! Ustaz Abdul Somad Jelaskan Rangkaian Ibadah yang Baik Dilakukan di Malam Nisfu Syaban
Sementara Rasulullah SAW berjalan, dengan cara sembunyi-sembunyi Aisyah R.A kemudian mengikutinya dari belakang.
Malam itu Aisyah menyaksikan Rasulullah SAW mendatangi pemakaman Baqi dan berdoa, sebelum akhirnya kembali ke rumah.
Setibanya di rumah, baginda Rasulullah SAW kemudian menjelaskan kepada Aisyah alasannya tiba-tiba meninggalkan rumah di malam hari.
“Saya diperintahkan Allah SWT untuk mendoakan orang-orang yang ada di pemakaman Baqi dan memintakan ampun untuk semuanya, karena malam ini malam Nisfu Syaban,”
Malam Nisfu Syaban adalah malam dimana Allah SWT mengampuni hamba-Nya yang beriman dan memohon ampunan.
Kisah dan keutamaan malam Nisfu Syaban tersebut dikisahkan kembali oleh Habib Novel Alaydrus kepada para jamaah.
Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Nisfu Syaban Singkat Namun Penuh Makna
Ada 4 golongan manusia yang pada malam Nisfu Syaban tidak mendapatkan ampunan secara gratis dari Allah SWT, 4 diantaranya adalah seperti berikut.
“Pertama musyrik, orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang memutus tali silaturahmi, orang yang saling bermusuhan,” lanjut Habib Novel.
Menurut Habib Novel, malam Nisfu Syaban adalah malam pemutihan dari dosa-dosa yang telah diperbuat manusia.
Mengingat pentingnya malam pemutihan tersebut, maka para Ulama mengisiinya dengan perbuatan baik yang dilakukan secara bersama agar umat tidak lupa.
Sehubungan dengan kebiasaan masyarakat yang membaca surat Al Fatiha dan Yasin di malam Nisfu Syaban, Habib Novel memberi penjelasan.
“Alfatiha Induknya Al-Quran, Yasin adalah jantungnya Al-Quran,” pungkasnya seperti dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 6 Maret 2023 dari kanal Youtube Poin Kajian Islam.***(Karseno AJ)

Share this article
Meski istilah ini sering terdengar di telinga masyarakat, namun tidak sedikit yang belum mengetahui apa makna dibalik istilah Nisfu Syaban.