AYOJAKARTA.COM – Mulai hari ini Sabtu (13/1/2024), umat Islam telah memasuki bulan yang mulia, yaitu Rajab.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan melakukan banyak amalan baik, satu di antaranya yakni puasa Rajab.
Lalu bagaimana tata cara puasa di bulan Rajab dan berapa jumlah hari untuk berpuasa?
Pada umumnya, pengerjaan amalan puasa baik sunah maupun wajib tak ada yang berbeda, bedanya hanyalah pada niatnya saja.
Baca Juga: Berapakah Hari yang Dianjurkan untuk Puasa Rajab, Apakah Sebulan Penuh?
Sebagai contoh, jika berpuasa sunah Senin Kamis, maka niatnya merupakan niat puasa Senin Kamis dan jika berpuasa bulan Rajab, maka niatnya juga niat puasa bulan Rajab.
Banyak yang mempertanyakan terkait jumlah hari yang dianjurkan untuk berpuasa di bulan Rajab, pasalnya banyak yang mengira bahwa puasa Rajab dilakukan selama sebulan penuh.
Terkait hal tersebut, dikutip ayojakarta.com dari jatim.nu.or.id pada Sabtu (13/1/2024), Syekh Abut Thayyib Syasul Haq al-Azhin mengatakan:
“Maksudnya, berpuasalah dari bulan-bulan mulia, apa yang engkau kehendaki. Nabi berisyarat dengan ketiga jarinya untuk menunjukkan bahwa Al-Bahili hendaknya berpuasa tidak melebihi tiga hari berturut-turut, dan setelah tiga hari, hendaknya meninggalkan puasa selama satu atau dua hari. Pemahaman yang lebih dekat adalah, isyarat tersebut untuk memberikan penjelasan bahwa hendaknya Al-Bahili berpuasa selama tiga hari dan berbuka selama tiga hari. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syekh As-Sindi.”
Baca Juga: Doa dan Amalan Bulan Rajab yang Dianjurkan untuk Umat Islam, Apa Saja?
Dari penjelasan tersebut, Rasulullah SAW memberikan petunjuk terkait waktu pelaksanaan puasa Rajab.
Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwasannya puasa Rajab tidak dilakukan secara terus-menerus, namun disarankan adanya jeda waktu.
Umat muslim dapat melakukannya sebanyak tiga atau dua hari berpuasa secara berturut-turut dan selanjutnya jeda sekitaran sehari atau dua hari kemudian barulah berpuasa kembali sebanyak tiga hari.
Namun, untuk petunjuk tersebut sifatnya kasuistik, yakni menyesuaikan dengan kondisi orang tersebut.
Baca Juga: Ini Metode Penerapan Puasa Sunnah di Bulan Rajab, Peluang Mendapat Kebaikan di Sisi Allah SWT
Petunjuk tersebut diberikan untuk orang yang merasa keberatan untuk melakukan puasa Rajab.
Sementara untuk orang yang sanggup berpuasa melebihi petunjuk Nabi Muhammad SAW maka hal tersebut lebih baik.
Hal tersebut karena sebulan penuh di bulan Rajab merupakan waktu yang baik untuk diisi dengan melakukan amalan berpuasa.
Sehingga terkait waktu pelaksanaan puasa di bulan Rajab, maka dapat disesuaikan dengan kemampuan seseorang.
Baik itu satu hari, tiga hari, satu minggu atau bahkan satu bulan penuh.***

Share this article
Berikut ini jumlah hari yang disarankan untuk berpuasa di Bulan Rajab serta tata cara pelaksanannya.