AYOJAKARTA.COM - Menurut penanggalan Hijriah setelah bulan Ramadhan berganti menjadi bulan Syawal.
Bulan Syawal sendiri merupakan bulan ke sepuluh dalam kalender Hijriah, yang berada di tengah-tengah antara bulan Ramadhan dan Dzulkaidah.
Bulan ini juga menjadi salah satu bulan yang memiliki keutamaan dan keistimewaan bagi seluruh umat muslim.
Karena pada bulan Syawal umat muslim dapat menjalankan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan pahala.
Baca Juga: Tentukan Awal Syawal, Kapan Kemenag Bakal Gelar Sidang Isbat?
Salah satu amalan yang dapat dilakukan pada bulan Syawal yakni, puasa selama enam hari di bulan Syawal setelah hari raya Idul Fitri.
Seperti yang dikutip dari Youtube Mega Islamic Boarding School, Kamis, 11 April 2024, menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Syawal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian berpuasa selama enam hari di bulan Syawal maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR. Muslim Nomor 1164).
Dari keterangan hadist tersebut telah menunjukkan keutamaan berpuasa di bulan Syawal menjadi penyempurna puasa di bulan Ramadhan.
Meskipun umat muslim dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal, tapi pahala yang didapatkan seperti satu tahun penuh.
Puasa Syawal hukumnya sunnah, namun Rasulullah SAW selalu menjalankan puasa selama enam hari pada bulan tersebut.
Syekh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin berkata, bahwa yang lebih utama puasa enam hari yang dilakukan setelah Idul Fitri secara langsung.
Artinya umat mulai menjalankan puasa Syawal sehari setelah Idul Fitri atau pada tanggal 2 hingga 7 di bulan Syawal.
Itu dia keutamaan berpuasa di bulan Syawal setelah bulan Ramadhan, yang memiliki pahala bagaikan puasa satu tahun penuh.***

Share this article
Disebutkan bahwa salah satu keutamaan berpuasa di bulan Syawal menjadi penyempurna puasa di bulan Ramadhan.