Wafatnya Cendekiawan Besar Muhammad Fethullah Gulen, Pemikir Muslim Berpengaruh dari Turki

Muhammad Fethullah Gulen Hojaefendi tutup usia pada usianya yang ke-86 tahun.
Muhammad Fethullah Gulen Hojaefendi tutup usia pada usianya yang ke-86 tahun.

AYOJAKARTA.COM — Muhammad Fethullah Gulen Hojaefendi tutup usia pada usianya yang ke-86 tahun. Beliau wafat setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi beragam penyakit yang dideritanya. Sakitnya yang semakin keras membuat beliau dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani perawatan intensif selama 3 hari 2 malam, akhirnya beliau berpulang ke rahmatullah.

Berita wafatnya disiarkan oleh akun twitter dan instagram @Herkul_Nagme, akun yang secara rutin membagikan ceramah, foto, dan video aktivitas Fethullah Gulen sehari-hari di pengasingannya di Amerika Serikat.

Salah satu keponakannya, Kemal Gulen, menyampaikan dalam wawancara pendeknya kepada rekan pers: “Pamanku, Fethullah Gulen Hojaefendi, adalah representasi dari akal salim. Seperti dikenal sejak awal, ia adalah sosok yang luar biasa, yang berkata bahwa seorang darwis harus memiliki hati yang tulus, tidak membalas mereka yang menyakiti, dan mengabaikan mereka yang mencemooh. Maka (untuk mengenang kematiannya). nilai-nilai itulah yang akan kita teruskan. Kita harus meneruskan hidup dengan akal salim, kalbu salim, nurani dan pikiran yang salim; tidak mengambil langkah reaksioner; kita adalah gerakan aksi (bukan reaksi); Kita adalah gerakan yang inspirasinya berasal dari (nilai-nilai) internal. Untuk itu, bagi semua kakak, abang, kerabat, dan sahabat semuanya, sebagaimana Anda hidup kemarin maka kita akan melanjutkan hidup persis seperti itu (tanpa perubahan sedikit pun). Kita akan memendam kepedihan dalam hati, barangkali kita akan hidup berdampingan dengan rasa pahit, itulah yang akan membesarkan kita, insya Allah. Saya masih dalam perjalanan (menuju Pennsylvania). Bersama semua sanak famili, paman, bibi, sepupu, dan keponakan, secara keluarga kami sepakat untuk menguburkan jasad beliau pada hari rabu. Mari mengisi waktu kita dengan doa, yasin, khataman Al-Qur’an, setidaknya hingga hari rabu. Rantai ini harus kita bentangkan di jalan yang diridai Allah. Air mata duka tentu akan mengalir. Namun, tidak akan ada kemarahan yang terucap dari lisan kami. Tidak ada kemarahan, kekecawaan, dan kekhawatiran yang akan terpancar dari diri kami. Barangkali, keutamaannya tidak diakui oleh tanah kelahirannya, khususnya beberapa waktu belakangan ini. Hingga hari wafatnya pun saya masih melihat terdapat penulis dan jurnalis yang masih belum menyadari keutamaannya. Hojaefendi selalu memaklumi dan memaafkannya seraya berkata: “Mereka berbuat demikian karena belum tahu.” Untuk itu, mari menghadapi situasi ini dengan terus mendoakan mereka. Apa yang kemudian terjadi hanyalah hal-hal yang ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Saya menyampaikan salam hormat saya kepada seluruh rekan dan relawan, mereka yang merasakan kepahitan dan duka yang sama, mereka yang mengabdikan hidup mereka demi pengabdian iman dan Al-Qur’an di seluruh penjuru dunia. Mohon dimaafkan, sesaat lagi pesawat saya akan lepas landas. Saya harus masuk ke dalam. Terima kasih banyak atas perhatiannya.

Dr. Douglas Degler, dokter yang merawat Fethullah Gulen Hojaefendi menyampaikan bahwa beliau wafat karena sebab-sebab alami pada tanggal 20 Oktober 2024 pukul 21.20 waktu Pennsylvania di St. Luke's Hospital - Monroe Campus setelah menjalani rawat inap di bawah pengawasan tim dokter yang multidisiplin 

Siapa Fethullah Gulen

Fethullah Gülen lahir pada 11 November 1938 di Desa Korucuk, Kecamatan Pasinler, Erzurum. Namun, karena kondisi yang saat itu tidak memungkinkan, maka pencatatan kelahirannya dilakukan terlambat sehingga tanggal lahir yang tercatat di identitasnya adalah 27 April 1941. Ibunya, Refia Hanım, dikenal sebagai guru Al-Qur'an di desa tersebut, sedangkan ayahnya, Ramiz Efendi, adalah imam desa. Hojaefendi memiliki tujuh saudara, lima laki-laki dan dua perempuan. Nama saudara perempuannya adalah Nurhayat dan Fazilet, sementara saudara laki-lakinya bernama Sıbgatullah, Mesih, Hasbi, Salih, dan Kutbettin. Tiga saudaranya, yaitu Fazilet, Fakirullah, dan Nizameddin, meninggal ketika masih kecil. Hojaefendi adalah anak laki-laki tertua di antara saudara-saudaranya.

Fethullah Gülen, melanjutkan pendidikan madrasah di Erzurum. Di sana beliau mengenal karya-karya Risalah Nur dan mendalami pemikiran Bediüzzaman Said Nursi yang sangat memikat hatinya. Orang yang menjadi perantara perkenalan ini adalah Mehmet Kırkıncı Hojaefendi. Pada tahun 1956, Hojaefendi bertemu dengan Kırkıncı Hoja dan, atas undangannyalah Fethullah Gulen mulai menghadiri pelajaran “Risalah” yang diselenggarakan mingguan. Pada tahun yang sama, Muzaffer Arslan, salah satu murid Badiüzzaman datang ke Erzurum dan pelajaran Risalah Nur yang disampaikan olehnya meninggalkan kesan mendalam pada Hojaefendi. Ia memperoleh karya-karya *Risalah Nur* dari Mehmet Şergil, seorang penjahit. Beliau membacanya dengan penuh semangat kemudian menyebarkannya kepada orang-orang di sekitarnya.

Fethullah Gülen pada tahun 1999 pergi ke Amerika Serikat karena masalah kesehatan. Pada masa itu, berbagai media melancarkan kampanye fitnah dan tuduhan palsu yang serius terhadapnya, sehingga opini publik diarahkan secara keliru. Karena situasi tersebut, Hojaefendi merasa bahwa kembali ke Turki dalam kondisi seperti itu bukanlah pilihan yang tepat, sehingga ia memutuskan untuk tinggal di sana sementara waktu. Namun, karena adanya kelompok tertentu di Turki yang terus waspada terhadap dirinya dan gerakan Hizmet, serta ketidakmampuan mereka untuk bersikap rasional, adil, dan objektif, masa tinggalnya di Amerika pun berlangsung hingga saat ini.

Otoritas dan Pengaruh Fethullah Gülen: 

Fethullah Gülen dikenal dan dihormati di kalangan Muslim Turki serta Muslim di seluruh dunia sebagai seorang ulama Muslim arus utama dalam tradisi Sunni, yang dianut oleh 87–90% populasi Muslim dunia. Beliau juga seorang pemikir, penyair, penulis produktif, aktivis pendidikan, dan pemimpin opini. Jumlah orang yang membaca pemikirannya di Turki diperkirakan mencapai jutaan. Pengaruhnya di luar Turki semakin berkembang setiap hari seiring dengan diterjemahkannya karya-karyanya ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Arab, Rusia, Jerman, Spanyol, Urdu, Bosnia, Albania, Melayu, dan Indonesia. Selain publikasi cetak, gagasan-gagasannya juga dapat diakses oleh populasi dunia yang terus meningkat melalui jaringan radio dan televisi swasta yang bersimpati dengan pandangan-pandangannya. 

Sikapnya terhadap Kekerasan, Teror, dan Serangan Bunuh Diri: 

Fethullah Gülen dikenal karena sikapnya yang secara konsisten menolak penggunaan kekerasan yang dikaitkan dengan retorika agama. Berikut pernyataan sikapnya secara lebih spesifik:

  1. Dia adalah cendekiawan Muslim pertama yang secara terbuka mengutuk serangan 9/11 (Dimuat dalam advertorial di Washington Post).
  2. Dia mendukung penerbitan buku-buku ilmiah tentang perspektif Islam terkait teror dan serangan bunuh diri, mengutuk tindakan tersebut dengan pertimbangan yang berdasar pada nilai-nilai kemanusiaan dan agama.
  3. Dia tidak hanya menyuarakan pandangan ini kepada pembaca Barat, tetapi juga menyampaikannya dalam khotbah-khotbah di masjid yang dihadiri ribuan umat Muslim.
  4. Dia dengan tegas menolak legitimasi serangan bunuh diri.
  5. Dia telah memberikan wawancara kepada surat kabar Turki, Jepang, Kenya, dan Amerika di mana secara tegas dia mengutuk penggunaan alasan politik, ideologis, dan agama untuk membenarkan tindakan teror.
  6. Dia juga tampil di banyak acara televisi nasional untuk secara terbuka mengutuk tindakan semacam itu.

Penekanannya pada Dimensi Spiritual dari Keimanan

Menilik pada latar belakang pendidikan dasar Gülen yang dididik dalam disiplin spiritual, Fethullah Gülen dikenal karena penekanannya pada spiritualitas Islam (yang dikenal di Barat sebagai tasawuf), dan penekanan ini pada akhirnya membawa sikap untuk dapat merangkul sesama manusia. Karena representasi Gülen tentang cinta, kasih sayang dan pendekatan dengan hati, sangat terbuka bagi semua masalah kemanusiaan, Gülen juga dikenal oleh beberapa kalangan sebagai “Rumi modern”. Gülen bahkan sempat diminta oleh Şefik Can, guru besar(mursyid) Sufi masa kini, keturunan Rumi yang juga seorang penulis, untuk menuliskan kata pengantar buku tentang kehidupan Rumi dan ajarannya. Fethullah Gülen sendiri menulis sebanyak dua volume buku tentang tasawuf dalam bahasa Inggris yang digunakan sebagai buku acuan untuk program universitas dalam tema tradisi spiritual dunia.

Pro Demokrasi

Fethullah Gülen mengakui demokrasi sebagai satu-satunya sistem politik pemerintahan yang layak. Gülen mencela pengubahan agama menjadi ideologi politik namun Beliau tetap mendorong semua warga negara untuk ambil bagian  dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik negara mereka. Gülen menekankan fleksibilitas dalam prinsip-prinsip Islam terkait dengan tata negara dan kompatibilitasnya dengan demokrasi sejati.

Solusi-solusinya bagi Permasalahan Sosial yang terjadi di Lapangan

Sisi yang paling mencolok dari kehidupan Fethullah Gülen adalah fakta bahwa visi dan ide-ide Beliau tidak menjadi retorika belaka melainkan telah diwujudkan secara global sebagai proyek masyarakat sipil. Diperkirakan, ratusan organisasi pendidikan seperti sekolah dasar dan menengah, universitas, dan sekolah bahasa telah dibangun di seluruh dunia oleh para sukarelawan yang terinspirasi oleh Fethullah Gülen. Gerakan tersebut disponsori oleh para pengusaha lokal, para pendidik yang altruistik, dan para orang tua murid yang berdedikasi. Beberapa contoh penting dari sekolah-sekolah tersebut di antaranya adalah lembaga-lembaga pendidikan di wilayah tenggara Turki, Asia Tengah, Afrika, Timur Jauh, dan Eropa Timur. Terlepas dari budaya asli yang mereka temui, sekolah-sekolah ini menjadi simbol harmonisasi hubungan antaragama dan antarbudaya, keberhasilan penyatuan antara iman dan akal serta dedikasi untuk melayani kemanusiaan. Kehadiran lembaga-lembaga ini khususnya di daerah-daerah yang sarat konflik seperti di Filipina serta di wilayah tenggara Turki dan Afghanistan nyata membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesempatan pendidikan yang pada gilirannya mampu menurunkan laju kaderisasi kelompok teroris yang beroperasi di negara-negara tersebut dengan agenda-agenda eksklusifnya. Selain berkontribusi pada harmoni sosial, sekolah-sekolah ini menghasilkan juara dalam kompetisi sains dan matematika di level lokal, nasional, dan internasional.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Fethullah Gulen
# Turki
# Muslim

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.