AYOJAKARTA.COM -- Sebagaimana dengan pertama dan kedua, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan bagi kebanyakan umat muslim memiliki nilai tersendiri.
Setelah limpahan Rahmat di awal pertama dan Ampunan pada sesi kedua, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan disebut Pembebasan dari Api Neraka.
Selain dibebaskan dari api neraka, sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan juga dipercaya merupakan malam datangnya Lailatul Qadar.
Dalam pandangan umat muslim, Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan merupakan suatu malam yang nilai keindahannya melebihi seribu bulan.
Berdasarkan sejumlah riwayat disebutkan, Lailatul Qadar pada awalnya merupakan jawaban Allah SWT atas rasa cemburu umat muslim atas durasi ketaatan umat sebelumnya.
Karena keteguhan hati dan ketebalan iman, seorang muslim dari Bani Israil selalu melakukan shalat dan berdzikir di waktu malam dan berjihad di sepanjang siang.
Berbagai jenis kebaikan yang terus dilakukan hingga delapan puluh tahun oleh umat muslim dari Bani Israil tersebut, membuat umat Nabi Muhammad SAW jadi kurang percaya diri.
Baca Juga: 7 Amalan Malam Lailatul Qadar untuk 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadan
Dibekali dengan usia biologis yang relatif singkat dibanding umat Nabi terdahulu, para pengikut Rasulullah SAW kuatir jika takaran kebaikannya tidak bisa mengimbangi.
Terlebih di masa awal-awal tahun kenabian, kebanyakan umat muslim baru mulai memeluk ajaran Tauhid yang dibawa Rasulullah SAW pada usia senja atau tua.
Tidak ingin membiarkan umat muslim berkecil hati dan merasa minder, Allah SWT melalui Malaikat Jibril kemudian datang dan menyampaikan kabar baik kepada Rasulullah SAW.
Melalui Surat Al Qadr ayat 1 sampai dengan 5, Allah SWT secara tersurat mengingatkan bahwa Malam Lailatul Qadar melebihi seribu bulan.
Baca Juga: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan Doa Malam Lailatul Qadar
Istilah seribu bulan dalam surat Al Qadr, oleh para Mufassir atau Ahli Tafsir dimaknai dengan satu malam yang nilainya bisa mengimbangi jumlah ketaatan selama delapan puluh tahun.
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW juga menjelaskan ciri-ciri dari malam Lailatul Qadar.
Berdasarkan pada hadits tersebut, malam Lailatul Qadar ditandai dengan kondisi alam yang tenang, sunyi, tidak panas juga tidak dingin serta langit yang bertabur bintang.
Baca Juga: Rahasia Meraih Malam Lailatul Qadar, Ternyata dengan Melakukan Hal Mudah Ini
Selain itu, saat terjadinya malam Lailatul Qadar pendaran cahaya bulan juga terasa lebih cerah dan teduh dari malam-malam sebelumnya.
Suasana pada pagi hari saat hari lailatul Qadar, sinar matahari akan terlihat berbeda jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Bagi seorang muslim yang khusuk dan tenang, malam Lailatul Qadar akan mendatangkan suasana nyaman beribadah sehingga Ramadhan diisi dengan berbagai kebaikan.***

Share this article
Selain dibebaskan dari api neraka, sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan juga dipercaya merupakan malam datangnya Lailatul Qadar.