AYOJAKARTA.COM--Orang tua yang sudah semakin berumur kerap kali mengharuskan anak-anaknya untuk bisa merawatnya karena tidak bisa mandiri lagi. Buya Yahya mengungkap bahwa ada keberkahan yang didapatkan oleh seorang anak yang merawat orang tuanya.
Namun tidak sedikit anak-anak yang mengeluh karena merasa lelah selama merawat orang tuanya tersebut, maka dari itu Buya Yahya menyampaikan hal-hal yang bisa membuat seseorang menata hatinya.
Merawat orang tua memang bisa mendapat jaminan surga tetapi Buya Yahya sampaikan ada sesuatu hal yang belum banyak orang tahu.
Baca Juga: Menikah Lama Suami Makin Cuek? Kata Buya Yahya Lakukan 5 Hal Ini Agar Suami Makin Sayang dan Cinta
“Mengabdi kepada ibunda itu Luar biasa, ayahanda juga. Betul itu surga, cobaan yang boleh ditata hati,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya bercerita bahwa ada sahabat nabi yang merawat ibundanya karena sudah tidak bisa lagi berjalan.
Karena ibunda dari sahabat nabi tersebut memiliki keinginan untuk umroh, maka ia menggendong ibundanya selama umroh termasuk dalam 7 kali tawaf.
Ini tentu bukan merupakan hal yang tidak ringan, setelah selesai menjalankan ibadah umroh, pemuda ini mendudukkan ibunya di tempat yang nyaman dan mengambilkan air zamzam.
Ia bertanya kepada Sayyidina Abdullah bin Umar, apakah perbuatannya ini bisa membalas budi kepada ibunya.
Namun Sayyidina Abdullah bin Umar menjawab dengan cepat dan tegas “Tidak!”, walaupun pengorbanan dari seorang anak dinilai besar namun nyatanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perjuangan dari seorang ibu.
“Apa yang kau lakukan tidak ada apa-apanya dibanding sedetik ibundamu melahirkanmu. Karena waktu itu adalah taruhannya nyawa, kau gendong tidak pakai taruhan nyawa,” ucap Buya Yahya menyampaikan apa yang dikatakan oleh Sayyidina Abdullah bin Umar.
Baca Juga: Mau Dagangan Laris Manis? Ustadz Abdul Somad: Lakukan Amalan Ini Setiap Pagi Sebelum Buka Toko
Buya Yahya mengingatkan bahwa dari saat menggendong orok anaknya, ibu sudah bertanya-tanya kapan anaknya bisa membuka mata agar bisa melihat ibunya, kapan anaknya bisa tengkurap, berlajan, dan seterusnya.
Ironisnya itulah harapan-harapan yang selalu terlintas di benak ibunda ketika menggendong anaknya, namun ketika seorang anak menggendong orang tuanya jutru terkadang yang dipikirkan adalah kapan orang tuanya akan tutup usia.
Hal tersebut kadang kala terlintas pada pikiran seorang anak karena merasa lelah dalam merawat orang tuanya. Buya Yahya mengatakan bahwa Allah akan pastikan seseorang menerima kebaikan ketika dirinya merawat orang tua.
Baca Juga: Apakah Kredit Rumah dengan Sistem KPR Itu Riba? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Menurut Islam
“Kalau seorang anak serius mengabdi kepada bapak ibunya, serius mengabdi, tulus, maka ketahuilah Allah akan berikan kebaikan, biarpun orang kafir,” ujar Buya Yahya.
“Orang kafir, bayangkan, tidak beriman kepada Allah tapi kalau dia baik kepada bapak ibunya Allah akan balas dengan kebaikan. Cuma kalau untuk orang kafir hanya kebaikan di dunia,” lanjutnya, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV (23/2/2023).***

Share this article
Kalau seorang anak serius mengabdi kepada bapak ibunya, serius mengabdi, tulus, maka ketahuilah Allah akan berikan kebaikan