AYOJAKARTA.COM – Baru saja umat Islam memperingati malam istimewa yakni Nisfu Syaban.
Berdasar penanggalan Islam, 1 syaban 1444 H jatuh tepat pada hari Rabu, 22 Februari 2023.
Kemudian jika disesuaikan dengan penanggalan umum, maka malam Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 7 Maret hingga Rabu, 8 Maret 2023 kemarin.
Baca Juga: MasyaAllah, Inilah 9 Keutamaan Pada Bulan Nisfu Syaban yang Sangat Sayang Untuk Dilewatkan
Seperti yang diketahui, dalam Islam malam Nisfu Syaban merupakan malam yang istimewa dan penuh keberkahan.
Banyak amalan yang dapat dikerjakan pada malam Nisfu Syaban tersebut, salah satunya adalah dengan menjalankan puasa di esok harinya.
Lantas apakah setelah malam Nisfu Syaban berakhir, umat Islam masih boleh untuk menjalankan puasa?
Baca Juga: Viral! Benarkah Hadits Ibadah Nisfu Syaban Itu Palsu? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat Selengkapnya!
Menjawab banyak pertanyaan dari umat muslim tersebut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan perihal boleh tidaknya puasa setelah malam Nisfu Syaban tersebut disebutkan dalam sebuah hadits.
Hadits mengenai boleh tidaknya menjalankan puasa setelah Nisfu Syaban tersebut disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
“Puasa setelah Nisfu Syaban, haditsnya jelas dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,” ujar Ustaz Abdul Somad, dikutip dari unggahan video YouTube Asri tajuddin, Kamis, 9 Maret 2023.
Ustaz Abdul Somad juga menuturkan jika hadits tersebut disebutkan dalam riwayat Abu Daud.
“Disebutkan dalam riwayat Abu Daud,” kata Ustaz Abdul Somad.
Ia kemudian membacakan isi hadits tersebut seperti berikut, “Kalau sudah lewat Nisfu Syaban jangan lagi kamu puasa.”
Selanjutnya Ustaz Abdul Somad memberikan contoh bagaimana apabila ada situasi tertentu.
Baca Juga: Cara Memanfaatkan Momen Bulan Syaban dengan Lakukan 5 Amalan ini, Umat Muslim Wajib Tahu!
“Kebetulan besok Rabu, itu setelah Rabu Kamis tiba-tiba ada ibu puasa,” cerita Ustaz Abdul Somad.
Lantas hal tersebut kemudian menjadi pertanyaan kenapa masih melakukan puasa padahal sudah lewat Nisfu Syaban.
“Mana boleh puasa ini kas sudah lewat Nisfu Syaban?” tutur UAS.
Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan bahwa menjalankan puasa setelah Nisfu Syaban diperbolehkan.
Khususnya bagi umat muslim yang memang sudah terbiasa menjalankan puasa, seperti misalnya puasa Senin Kamis.
“Boleh puasa bagi yang memang terbiasa puasa sunah,” jawab Ustaz Abdul Somad.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Biasa puasa sunah kebetulan setelah Nisfu Syaban, boleh.”
selain itu mengerjakan puasa setelah Nisfu Syaban juga boleh bagi yang mengqada.
“Yang kedua boleh bagi yang menqada, kan baca haditsnya ini udah banyak yang posting hadits ini,” ujar UAS.
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah SAW bersabda apabila setelah lewat Nisfu Syaban maka janganlah kamu puasa, tapi kalau melanjutkan puasa sunah boleh, meng-qada boleh,” lanjutnya.***

Share this article
Pendakwah Ustaz Abdul Somad menjelaskan perihal boleh tidaknya puasa setelah malam Nisfu Syaban menurut hadits.