AYOJAKARTA.COM - Kerap kali umat muslim menunaikan ibadah salat tarawih dengan sangat cepat dan dalam waktu yang singkat, hal ini disadari oleh Ustaz Adi Hidayat.
Namun Ustaz Adi Hidayat melarang hal tersebut dilakukan karena salat tarawih harus dilakukan dengan qiyam.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Audio Dakwah pada Sabtu (25/3/2023), Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW menjalankan salat tarawih dengan qiyam, tenang dan selalu berhenti setelah dua rakaat untuk membaca doa.
Baca Juga: Bau Mulut saat Puasa? Apa Sih Penyebabnya? Begini Penjelasan Ahli dan Cara Mengatasinya
Setelah itu diiringi dengan doa kepada Allah SWT untuk meminta ampunan atas dosa-dosa yang selama ini telah dibuat.
“Tenang, nyaman, berhenti sejenak di setiap dua rakaat berhenti, berhenti, baca doa. Mengakui banyak salah, minta maaf,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat mengingatkan kepada umat muslim agar melakukan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan mengingat kesalahan yang pernah diperbuat dan memohon ampunan Allah SWT.
“Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadan kemudian dilakukan karena Allah mencari pahala. Dia bertobat di sela-selanya, itu tobat air matanya, diampuni semua dosa-dosanya, gugur semuanya,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Keutamaan dan Fadhilah Tarawih Malam ke 4, Bisa Menghapus Dosa Seberapa Banyak?
Ketenangan yang dilakukan selama menjalankan salat ini akan berpengaruh kepada ruh dengan mendatangkan kedamaian jiwa yang dinamakan dengan tarwihah, dalam jamak disebut dengan tarawih.
Jadi tarawih sesungguhnya bukanlah nama sari salat tetapi nama sifatnya.
Maka dari itu sebaiknya salat tarawih ditunaikan dengan tenang dan khusyuk dan tidak terburu-buru agar terasa getaran pada jiwa.
“Jangan sampai terjadi anda salat 23 rakaat misalnya cuma 10 menit yang 11 (rakaat) satu jam yang 23 (rakaat) 10 menit,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Promo DIGI Ramadhan Pasar NgaDIGI, Belanja ke Pasar Dapat Hadiah dari bank bjb
Sebelum menjalankan salat tarawih, Ustaz Adi Hidayat menghimbau agar umat Islam diniatkan terlebih dahulu.
Jadi walaupun salat tarawih jumlah rakaat yang cukup banyak tetapi akan terasa ringan ketika sudah diawali dengan niat.
Seorang imam juga harus melihat makmumnya ketika memimpin salat tarawih.
Jangan membaca surat yang terlalu panjang karena akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman yang dirasakan makmum.
Salat tarawih hukumnya sunah tetapi diutamakan untuk ditunaikan dalam bulan Ramadan secara berjemaah karena akan mendapat pahala 27 rakaat.***

Share this article
Ustaz Adi Hidayat ingatkan hukum salat tarawih yang sebenarnya agar jangan dilakukan dengan tergesa-gesa.