AYOJAKARTA.COM – Allah SWT memberikan banyak keistimewaan di bulan Ramadan.
Salah satu keistimewaan dari bulan Ramadan adalah adanya malam yang sangat istimewa dibandingkan dengan malam-malam lainnya.
Malam istimewa tersebut adalah malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam dimana pertama kali turunnya ayat-ayat Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: MasyaAllah! Dibeberkan Syekh Ali Jaber, Ternyata Ada Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Ramadan
Pada malam Lailatul Qadar pula untuk pertama kalinya Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril berupa ayat-ayat Al-Quran.
Ada pula yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dibandingkan malam 1000 bulan.
Lantas, kapan jatuhnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan?
Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar akan jatuh pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan.
Pendapat tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu anhu yang mengatakan, “Rasulullah SAW beri'tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda yang artinya, 'Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan,'” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tetapi, Buya Yahya menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan tidak ada yang tahu waktu tepatnya.
Beliau mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah SWT dan hal tersebut merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.
Menurutnya, malam Lailatul Qadar bisa jatuh di awal bulan Ramadan, pertengahan bulan Ramadan, ataupun di akhir bulan Ramadan.
Baca Juga: 4 Spot Asyik di Jakarta yang Cocok Untuk Ngabuburit di bulan Ramadan, Apa Saja?
“Di sepanjang bulan Ramadan bisa saja di awal bulan Ramadan, pertengahan bulan Ramadan, dan akhir bulan Ramadan,” tutur Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Rabu, 29 Maret 2023.
Buya Yahya menyebutkan bahwa siapapun yang serius ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar maka seharusnya sejak awal bulan Ramadan dapat mengisi malam harinya dengan ibadah-ibadah.
“Maka bagi siapapun yang siap-siap dari awal bulan Ramadan tentunya Allah maha kasih dia serius setiap malam dia berusaha menjaganya, menyambut dengan kebaikan-kebaikan, dengan beribadah seperti membaca Al-Quran dan lain-lain,” sebutnya.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa menurut para ulama dan isyarat dari Nabi Muhammad SAW, malam Lailatul Qadar lebih banyak jatuh pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan.
Baca Juga: Cihuy! Promo Ramadan Pizza Hut Diskon 25 Persen, Ada Menu Baru Cocok Untuk Bukber
Terlebih, kata dia, di malam-malam ganjil di bulan Ramadan.
Tetapi Buya Yahya menerangkan bahwa terkadang umat Muslim itu ingin yang praktisnya saja, hanya di malam-malam ganjil di bulan Ramadan melakukan ibadah.
Menurut Buya Yahya, belum tentu juga malam Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di 10 hari akhir bulan Ramadan, karena disembunyikan oleh Allah SWT.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa yang menyebabkan umat Muslim ingin yang praktis saja adalah sifat malas.
Baca Juga: Promo Ramadan! Beli 10 Minuman Chatime Size Large Cuma Rp 200 Ribu Aja, Cek Menunya di Sini
“Cuman kadang orang maunya praktis, yang menjadikan kita ingin praktis adalah kemalasan kita, langsung diambil ganjilnya saja, padahal tidak begitu,” jelas Buya Yahya.
“Kalau rindu malam Lailatul Qadar sejati, kalau orang serius ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar maka dia dari awal sudah tampak semangatnya,” pungkasnya.***

Share this article
Buya Yahya menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan tidak ada yang tahu waktu tepatnya.