AYOJAKARTA.COM - Tahajud merupakan salah satu Salat Sunnah yang dianjurkan Allah SWT untuk dilaksanakan oleh setiap Muslim.
Salat Tahajud memiliki banyak manfaat dan faedahnya.
Salat Tahajud biasanya dikerjakan di sepertiga malam dan lebih baik dikerjakan setelah tidur.
Baca Juga: Ada 4 Ibadah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid saat Bulan Ramadan, Apa Saja?
Ketika Bulan Ramadan, Salat Tahajud merupakan Salat Sunnah yang banyak dikerjakan.
Dengan melaksanakan Salat Tahajud kita berharap bahwa doa kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT.
Lantas bolehkan melaksanakan Salat Tahajud setelah Imsak karena kesiangan dan lebih dulu mendahulukan makan sahur?
Baca Juga: Ramadan Sudah Berjalan dan Lebaran di Depan Mata, Ini Make Up Salat Idul Fitri Paling Aman!
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV pada Jumat (31/3/2023), Buya Yahya menjawab pertanyaan tersebut.
Menurut Buya Yahya, jika sudah memasuki waktu imsak, maka kita masih diperbolehkan untuk melaksanakan Salat Sunnah.
“Adapun kalau sudah memasuki imsak, anda boleh melakukan Salat apa saja,” tuturnya.
Salat Sunnah yang dikerjakan tidak harus Salat Tahajud, bisa Salat Witir, ataupun Salat Hajat.
Bahkan beliau menerangkan bahwa sebelum masuk waktu Salat Subuh pun, mengerjakan Salat Isya masih diperbolehkan.
“Kalau Salat Isya masih sah, karena sebelum Subuh tiba Salat Isya masih boleh,” jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Bongkar Dahsyatnya Puasa Ramadan, Bisa Menahan Diri dari Perbuatan Maksiat
“Sebelum Subuh tiba, Salat Witir masih boleh,” tambahnya.
Buya Yahya mengatakan bahwa di Indonesia istilah imsak yang mempunyai arti belum masuk ke dalam waktu Salat Subuh.
“imsak itu belum masuk ke dalam waktu Salat Subuh, dan imsak itu hanya ada di Indonesia,’
Baca Juga: Apakah Sedekah di Bulan Ramadan Harus dengan Nominal Besar? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Pengertian imsak di Indonesia mempunya arti yang khusus yaitu waspada atau mengingatkan bahwa sebentar lagi masuk ke dalam waktu Salah Subuh.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa istilah imsak diambil dari pemahaman para ulama dimana dahulu sebelum adzan Subuh dilakukan membaca Al-Quran kurang lebih 50 ayat atau diperkirakan 10 sampai 20 menit.
Sementara itu, pengertian imsak di dalam bab fiqih puasa berbeda dengan pengertian imsak secara umum di Indonesia.
“Istilah imsak di Indonesia itu lain dengan pembahasan imsak di dalam bab fiqih puasa.” Jelas Buya Yahya.
Dalam bab fiqih puasa, imsak mempunyai arti menahan diri dari makan dan minum.
Dan imsak menunjukkan bahwa sudah masuk ke dalam waktu Salat Subuh.
Baca Juga: Hukum Membayar Hutang Puasa Ramadan Bagi Wanita Dewasa
“Kalau dalam bab fiqih puasa imsak itu menahan diri dari makan dan minum dan sudah masuk waktu Subuh,” kata Buya Yahya.
Beliau mengucapkan bahwa penyebutan istilah imsak sah-sah saja untuk dilakukan dan itu bukan bid'ah.
Tetapi kita harus paham arti yang sebenarnya dari istilah imsak yang sering kita gunakan di setiap Bulan Ramadan.
Baca Juga: Makin Hemat! Promo Ramadan Skincare Somethinc di TikTok Live, Ada Buy 1 Get 1 Hingga Upsize Produk
“Jadi istilah imsak sah-sah saja dan bukan bid'ah, tapi harus dipahamkan bahwa imsak yang ada di Indonesia itu masih boleh makan, tapi pengertian imsak dalam bab fiqih puasa itu gak boleh makan lagi kalau mau puasa,” sebut Buya Yahya.
Buya Yahya menyebutkan bahwa istilah imsak di Indonesia sebagai tanda peringatan bahwa sebentar lagi masuk waktu Salat Subuh sehingga yang masih makan dapat dipercepat makannya dan masih dapat minum.
Jadi ketika sudah adzan Subuh sudah tidak ada lagi yang masih makan dan minum karena sudah diperingatkan sebelumnya.
“Imsak dalam bab fiqih puasa sudah masuk ke dalam waktu Subuh, tapi imsak di Indonesia adalah waspada, hati-hati, jangan sampai ketika sudah masuk waktu Subuh anda masih makan sehingga belum sempat minum,” pungkas Buya Yahya.***

Share this article
Buya Yahya mengatakan jika sudah masuk waktu imsak, kita masih diperbolehkan melaksanakan salat Sunnah, termasuk Tahajud.