AYOJAKARTA.COM - Tidak sedikit orang yang merasa tidak tenang dalam hidupnya, penyebabnya pun beragam.
Ada yang merasa tidak tenang karena tekanan atau beban hidup, dan karena sering merasa ketakutan.
Ketakutan tersebut dirasakan pada seseorang karena seringkali ada bisikan dalam dirinya.
Baca Juga: Sudah Clear! Hokky Caraka Bertemu dengan Ganjar Pranowo, Begini Komentar Gubernur Jawa Tengah
Menanggapi kasus seperti ini, Buya Yahya menegaskan bahwa itu bisa jadi penyakit mental, dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
"Dia adalah sakit mental, bukan fisik, psikisnya, maka perlu dibantu oleh ahlinya, yaitu pakarnya orang psikologi seorang psikolog," ungkap Buya Yahya.
"Seorang psikolog itu akan memberikan tips-tips untuk mengobatinya dan harus berani datang kesana," sambungnya.
Menurut Buya Yahya tidak sedikit orang yang berpendidikan kemudian merasakan ada gangguan mental dan enggan berkunjung ke psikolog seolah dinilai sudah tidak waras.
"Cuman kadang kita ini, biarpun dia ini orang berpendidikan, seorang sarjana dia, disebut dia punya masalah mental itu enggak terima, suruh pergi ke psikolog memangnya saya gila," ujar Buya Yahya.
"Datang ke psikolog nanti akan dibimbing dia, permasalahan yang menjadikannya takut dan sebagainya," sambungnya.
Buya Yahya mengibaratkan orang yang sakit mentalnya itu memiliki luka, dan luka itulah yang menyebabkan dirinya merasakan ketakutan.
"Jadi itu seperti mentalnya luka, luka itu kalau terus di uwur-uwur tambah borok, maka bagaimana caranya," jelas Buya Yahya.
"Ada caranya apakah bagaimana melupa dengan masalah itu, yang menjadikan takut harus dijauhi agar dia tidak fokus pada permasalahan," sambungnya.
Menurut Buya Yahya kemungkinan ada luka di masa lalu yang menyebabkan dirinya mengalami sakit mental.
"Ada masalalu seperti apa, masa lalu yang kelam itu melukai mentalnya dia," ujar Buya Yahya.
Baca Juga: Hore! Bank Indonesia Buka Penukaran Uang Baru untuk Lebaran, Simak Caranya di Sini
Akan tetapi di zaman sekarang tidak sedikit orang yang langsung menghubungkan sakit mental dengan kena sihir, dan menurut Buya Yahya itu lebih tepatnya sakit mental.
"Sekarang lebih senang dihubungkan dengan kena sihir, ini kena mental bukan kena sihir," ungkap Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, ketika mendatangi psikolog dan tidak mampu, nanti akan ada tahapan bertemu dengan psikiater yang memberikan obat.
"Baru nanti tahapannya kalau memang psikolog tidak mampu menangani nanti ada psikiater dengan memberikan obat segala macamnya," ujar Buya Yahya.
Walaupun harus menempuh jalur ruqyah menurut Buya Yahya itu tidak sulit, karena lebih sulit sakit mental.
"Ruqyah itu sudah ada doa, Al Fatihah segala macam, kalau urusannya sihir dan jin gampang, yang repot adalah mental," ungkap Buya Yahya.
"Dan sakit mental itu ujung-ujungnya sakit fisik juga, karena gara-gara mental begitu, makan susah, sakit fisik, atau gara-gara sakit fisik terlalu takut corona, kena mental, tapi yang penting adalah anda sadar antisipasi," sambungnya.
Menurut Buya Yahya, ilmu psikolog sangat penting, begitupun bagi para ustaz namun dengan diimbangi dengan syariat islam.
Baca Juga: Gak Nyangka! KPK Temukan Uang Rp 32,2 Miliar Milik Rafael Alun, Pecahan Dolar Hingga Euro
"Jadi ilmu psikolog itu ilmu penting juga, saya hargai ilmu-ilmu disiplin itu, karena orang-orang yang mengerti psikolog, dia (punya) trik-trik bagaimana menembus, bagaimana bisa menyampaikan omongan," jelas Buya Yahya.
"Seorang ustaz pun harus punya ilmu itu, tentunya harus dikemas dengan yang syar'i yang kenal rambu-rambu syariat," sambungnya.
Adapun untuk menempuh jalur ruqyah, menurut Buya Yahya dapat dilakukan secara mandiri, dengan memperbanyak do'a dan dzikir.
"Ruqyah itu doa-doa, paling enak ruqyah sendiri, banyak dzikir, dzikir yang rutin membaca Fatihah, asli ruqyah itu fatihah," ungkap Buya Yahya.***

Share this article
Merasa sering mendengar adanya godaan dari hati hingga merasa permasalahan selalu ada? Buya Yahya ungkap lakukan hal ini