AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan yang penuh berkah telah kita lewati dengan segala bentuk ibadah-ibadah di dalamnya.
Tak jarang selama bulan Ramadan, ada rasa ketakwaan yang bertambah serta peningkatan iman karena banyak sekali kebaikan-kebaikan yang dilakukan di bulan tersebut.
Namun sayangnya, usai Ramadan berakhir, banyak juga yang langsung begitu saja melupakan amalan ibadah yang biasa dilakukan di bulan Ramadan.
Baca Juga: Bolehkan Wanita Hamil dan Menyusui Tidak Melaksanakan Puasa Ramadan? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya
Misalnya selama bulan Ramadan rajin membaca Alquran, salat malam, berzikir dan bershalawat, namun saat Ramadan usai semua ibadah tersebut dilupakan begitu saja.
Maka ada dua pilihan yang bisa disematkan bagi umat Muslim setelah Ramadan yaitu untung atau buntung dalam hal ini adalah ketakwaannya.
Bagi yang beruntung, maka kondisi ketakwaannya justru semakin bertambah usai Ramadan.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Pentingnya Mencari Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, Mengapa?
Beda dengan yang buntung, dia begitu saja melewati kesempatan emas mendulang berbagai macam pahala selama bulan Ramadan, bahkan usai Ramadan pun kondisi ketakwaannya semakin menurun.
Dikutip Ayojakarta.com pada laman resmi KUA Umbulharjo, Senin (24/4/2023), Ramadan diibaratkan sebagai kendaraan mewah bagi umat Muslim.
Pasca Ramadan, manusia adalah habis melakukan perbaikan total, atau “turun mesin”, sudah semestinya harus dijaga, agar jangan kembali rusak hanya dalam hitungan detik, setelah keluar dari “bengkel spesialis” bernama Ramadan.
Baca Juga: Jangan Kendor! Ini 3 Amalan yang Dilakukan Rasulullah di Akhir-akhir Ramadan
Nabi pernah mengecam dan berpesan, “Ya Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan, dahulu ia shalat malam lalu ia tidak mengerjakannya lagi.” Dalam Islam, tidak ada istilah libur untuk urusan akhirat. Allah bersabda, “Jika kamu sudah selesai dengan satu amal saleh, carilah amal shaleh yang lain”.
Ada dua aspek istiqamah dalam ketakwaan yang perlu dipertahankan usai Ramadan, yaitu:
1. Istiqamah Lisan
Yang paling harus dijaga keistiqamahan adalah lisan kita.
Pertanda keistiqamahan seseorang yang paling tampak dan paling kentara adalah istiqamahnya lisan. Karena dengan lurusnya lisan maka akan ikut luruslah amalan anggota badannya.
Rasulullah pernah bersabda:
“Jika waktu pagi tiba seluruh anggota badan menyatakan ketundukannya terhadap lisan dengan mengatakan, ‘Bertakwalah kepada Allah terkait dengan kami karena kami hanyalah mengikutimu. Jika engkau baik maka kami akan baik. Sebaliknya jika kamu melenceng maka kami pun akan ikut melenceng.” (HR. At-Tirmidzi).
2. Istiqamah Jawarih (Anggota Badan)
Hati dan lisan yang telah teguh istiqamah dalam kebaikan, maka anggota badan lain pun akan selalu mengikuti.
Seperti saat bulan Ramadan, badan kita dijauhkan dari rasa haus lapar serta menahan tindakan-tindakan yang tidak baik, maka dengan istiqamah saat di luar Ramadan pun hendaknya dijauhkan untuk berbuat maksiat.
Baca Juga: Masuk Pekan Terakhir Ramadan, Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadar? Berikut Ciri-Cirinya!
Melaksanakan istiqamah setelah Ramadan usai memang bukan suatu hal yang mudah.
Namun balasan pahalanya bagi yang mampu tetap mempertahankan ketakwaan serta istiqamah akan berlipat-lipat baginya.
Tak hanya itu, Surga Allah SWT pun senantiasa akan terbuka bagi hamba-Nya yang selalu menjaga ketakwaan dan istiqomah di jalan-Nya.***
Share this article
Dua aspek istiqamah dalam ketakwaan yang perlu dipertahankan usai Ramadan yakni lisan dan juga jawarih.