AYOJAKARTA.COM - Setelah merayakan Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Zulhijah, umat Islam akan memasuki Hari Tasyrik selama tiga hari.
Hari Tasyrik tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah.
Saar Hari Tasyrik, seluruh umat Islam diharamkan untuk melakukan ibadah puasa.
Lalu sebenarnya apa itu Hari Tasyrik?
Dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) pada Jumat (30/6/2023), dijelaskan terkait apa itu Hari Tasyrik serta larangan dan amalan yang dianjurkan.
Penjelasan Hari Tasyrik
Hari Tasyrik yang jatuh seusai Hari Raya Idul Adha atau tepatnya tanggal 11-13 Zulhijah, merupakan hari di mana umat Islam masih diperbolehkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Jika melihat dari arti bahasanya, Tasyrik dalam bahasa Arab artinya adalah matahari terbit atau menjemur sesuatu.
Namun bisa juga Tasyrik diartikan sebagai penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari).
Pada zaman dahulu, bangsa Arab memiliki tradisi setelah menyembelih hewan kurban yaitu menjemurnya di bawah sinar matahari.
Baca Juga: Resep Rawon Daging Sapi yang Nikmat dan Gurih, Cocok untuk Hidangan saat Weekend Bersama Keluarga
Larangan Berpuasa
Ada sebuah larangan pada saat Hari Tasyrik di mana seluruh umat Islam dilarang melaksanakan ibadah puasa.
Hal itu tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari:
“Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, keduanya berkata “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan ibadah haji”. (HR. Bukhari, no. 1859).
Baca Juga: Pesan Damai Anies Baswedan dan Istri dari Tanah Suci: Semoga Kita Semua Menjadi Orang yang Taat
Amalan yang Dianjurkan
Meskipun tidak diperbolehkan berpuasa pada saat Hari Tasyrik, rupanya masih ada amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat Hari tasyrik tersebut seperti di antaranya:
1. Berkurban
Pada Hari tasyrik, umat Islam masih diperbolehkan untuk berkurban atau menyembelih hewan kurban.
Untuk hewan kurban yang disembelih sendiri memiliki ketentuan antara lain adalah yang berkualitas baik, gemuk, tidak sakit, tidak cacat dan cukup umur.
Baca Juga: Jangan Lupa! Inilah 4 Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik, Lakukan Mulai Hari Ini
2. Menikmati Hidangan Makanan dan Minuman
Karena dilarang berpuasa di Hari Tasyrik, para umat Islam dianjurkan untuk menikmati sajian dari daging hewan kurban.
Bahkan umat Islam diwajibkan untuk makan dan minum di mana hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Baca Juga: Hukum dan Hadits Puasa di Hari Tasyrik, Bolehkah? Cek di Sini!
3. Berzikir dan Bertakbir
Amalan selanjutnya yang dianjurkan untuk dilakukan di Hari Tasyrik adalah berzikir dan bertakbir.
وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ
“Dan berzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang”. (QS. Al Baqarah: 203).
Menurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan hari-hari yang berbilang adalah hari tasyrik.
Sementara Ikrimah mengatakan berzikir ialah bertakbir di hari tasyrik sesudah salat lima waktu.
Baca Juga: Hari Tasyrik Idul Adha 2023 Tanggal Berapa? Berikut Informasi Lengkap dengan Penjelasannya
4. Membaca Doa
Kemudian, amalan lain yang dianjurkan untuk dilakukan pada Hari Tasyrik adalah berdoa.
Doa yang dianjurkan adalah doa sapu jagat. Doa ini sering dipanjatkan Nabi Muhammad SAW saat melakukan wukuf.
Adapun doanya adalah sebagai berikut:
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka”.
Demikian penjelasan serta amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di Hari Tasyrik. Semoga bermanfaat.***
Share this article
Berikut ini penjelasan terkait Hari Tasyrik beserta larangan dan amalan apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan.