AYOJAKARTA.COM - Tanggal 1 Suro menandakan awal tahun baru dalam kalender Jawa yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam dalam kalender Hijriah.
Dalam situs Kemendikbud RI dijelaskan bahwa 1 Suro merupakan awal bulan pertama Tahun Baru Jawa di bulan Suro atau Sura yang mana penanggalannya mengacu pada kalender Jawa.
Sementara di kalender Islam atau kalender Hijriah bulan pertama disebut dengan Muharam.
Sebenarnya kapan tanggal 1 Suro 2023? Informasi ini tercantum dalam SKB 3 Menteri Nomor 624 Tahun 2023 dan Nomor 2 Tahun 2023.
Baca Juga: Gratis dan Cepat, Begini Cara Download MP3 YouTube Tanpa Aplikasi Tambahan
Adapun Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terbaru menggantikan SKB sebelumnya terkait dengan hari libur nasional dan cuti bersama di tahun 2023.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada Senin (17/7/2023), pemerintah menetapkan Peringatan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023.
Hal ini berarti tanggal 1 Suro 2023 juga jatuh di tanggal yang sama yakni Rabu 19 Juli 2023, sedangkan malam 1 Suro jatuh pada Selasa, 18 Juli 2023.
Di momen pergantian tahun baru, baik umat muslim maupun masyarakat Jawa memiliki tradisi tersendiri dalam merayakannya.
Baca Juga: Ingin Diet? Inilah 5 Cara Efektif Bakar Lemak, Dijamin Berubah dalam 2 Minggu dan Patut Dicoba
Bagi masyarakat Jawa yang masih mempercayai hal ini, ada beberapa ritual dalam tradisi malam 1 Suro yang sakral dan kental akan budaya mistiknya.
Malam 1 Suro dirayakan oleh masyarakat Jawa dengan berbagai macam acara seperti Keraton Yogyakarta yang turut menggelar ritual malam 1 Suro.
Yakni dengan kirab dan membawa gunungan tumpeng serta berbagai benda-benda pusaka seperti keris.
Selama malam ini, ada beberapa mitos yang berkembang berupa larangan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat Jawa agar tidak mendapatkan petaka.
Adapun pantangan atau larangan di malam 1 Suro yakni sebagai berikut:
1. Larangan keluar rumah
Ketika malam 1 Suro, sebagian orang akan memilih berdiam diri di rumah karena meyakini bahwa orang dengan kesialan weton tertentu dilarang keluar rumah karena bisa mengalami nasib buruk atau kesialan.
Legenda menceritakan bahwa nasib buruk dan malapetaka dapat menimpa mereka yang memilih tetap nekat jika mengabaikan larangan ini.
Pada malam 1 Suro diyakini pula bahwa orang-orang yang bersekutu dengan setan sedang mencari tumbal untuk memupuk kekayaan atau menambah kesaktian.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 3 Pantangan di Malam 1 Suro Penuh Kesan Mistis, Kalau Dilanggar Hidup Bakal Sial
2. Tidak boleh berbicara atau berisik
Pada malam 1 Suro, tak sedikit masyarakat Jawa khususnya yang masih percaya dengan tradisi akan melakukan ritual bisu.
Ritual ini sering dilakukan di area Keraton Yogyakarta.
Ketika melakukan ritual ini juga dilarang makan, minum hingga merokok seperti layaknya puasa.
Baca Juga: Kapan Satu Suro? Ini Alasan kenapa Miliki Makna Spiritual bagi Masyarakat Jawa
3. Tidak menggelar pernikahan atau pesta
Masyarakat Jawa yang berpegang teguh pada tradisi dalam kalender Jawa meyakini bahwa mereka menghindari acara-acara meriah, termasuk pernikahan.
Menikah di bulan Suro terutama pada malam 1 Suro diyakini akan berpeluang mendapatkan nasib buruk dan bisa celaka dalam hidupnya.
Meski demikian dalam agama Islam tidak ada larangan untuk menikah di waktu apapun, seluruh tanggal bulan dan waktu tertentu merupakan hari baik untuk menggelar pernikahan.
Baca Juga: Ramalan Jawa Satu Suro, 7 Weton Ini akan Sangat Beruntung, Apa Saja?
4. Tidak pindah rumah
Mitos lainnya yang tumbuh di masyarakat Jawa adalah tidak boleh pindah rumah selama malam 1 Suro dan harus menunda rencana tersebut.
Karena pada hari tersebut ada larangan untuk keluar rumah dan waktu yang dianggap dapat memberikan nasib buruk atau kesialan jika seseorang nekat melakukan pindah rumah.
Itulah informasi seputar kapan tanggal 1 Suro 2023 dan larangan yang menjadi mitos tradisi yang diyakini oleh masyarakat Jawa.***

Share this article
Berikut ini empat larangan di bulan Suro yang patut diketahui agar terhindar dari nasib buruk dan celaka.